Press "Enter" to skip to content

Tolak Kenaikan BBM, PMII Se-Nusantara Aksi Serentak

IMG_20141118_221311

JAKARTA – Penetapan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mendapat respon keras dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam hal ini, PMII di seluruh Indonesia melaksanakan aksi serentak, Selasa (18/11).

Aksi demonstrasi dilakukan serentak oleh Pengurus Cabang PMII yang tersebar di penjuru nusantara, begitu juga dengan Pengurus Besar (PB) PMII. Aminuddin Ma’ruf, Ketua Umum PB PMII mengatakan bahwa kenaikan harga BBM era ini menjadi catatan hitam dalam sejarah.

“Ini catatan baru dalam sejarah. Naiknya harga BBM di Indonesia selalu dibarengi dengan naiknya harga minyak dunia. Tapi sekarang, naiknya harga BBM kita justru terjadi di saat harga dunia sedang turun,” teriak Amin dalam orasinya.

Untuk diketahui, harga BBM Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2 ribu rupiah dari harga sebelumnya, yakni 6.500 rupiah per liter. Artinya, terhitung hari ini (red), harga BBM Indonesia senilai 8.500 rupiah per liter.

Menurut Amin, selain menimbulkan keresahan pada masyarakat akan efek dari kenaikan BBM, kejadian tersebut juga menimbulkan pertanyaan, mengapa harga minyak Indonesia justru naik di saat harga minyak dunia menurun.

“Inilah mengapa PMII menolak keras atas naiknya BBM ini. Dengan ini, kami dari PB PMII dan seluruh cabang se-nusantara melakukan aksi serentak hari ini,” tegasnya.

Aksi penolakan naiknya harga BBM oleh PB PMII diawali dengan orasi di istana negara, yang terletak di Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat. Ratusan massa sempat mengepung areal ini sejak pukul satu siang hingga pukul tiga sore. Kibaran bendera pusaka, merah putih dan bendera kebesaran PMII turut mewarnai aksi ini.

Tak berhenti sampai di situ, massa aksi ini pun melanjutkan perjalanannya menuju kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang terletak di MH Thamrin Jakarta Pusat. Namun di tempat ini, aksi PMII sempat diwarnai kericuhan.

Baca Juga  Tolak Kenaikan BBM, PMII Surabaya-Aparat Saling Pukul

Kericuhan tersebut berawal atas kekecewaan massa aksi yang tidak bisa bertemu langsung dengan Sudirman Said, Menteri ESDM. Massa aksi membakar ban di depan pintu gerbang kantor Kementerian ESDM, dan mencoba menerobos masuk kantor dengan merubuhkan pagar.

“Cabut kebijakan kenaikan harga BBM sekarang juga,” tegas RJ Ramdhani, koordinator aksi.

Menghadapi kericuhan tersebut, aparat kepolisian kemudian melepaskan gas air mata. Namun kericuhan tersebut berhasil diredam setelah massa aksi memutuskan untuk membubarkan diri pukul 5 sore.

 

Tinggalkan Komentar

One Comment

  1. kusnadi kusnadi 20 November 2014

    “Depab pintu” salah tuh mestinya depan pintu :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *