Press "Enter" to skip to content

Tolak Kenaikan BBM, Kader PMII Pamekasan Kepung Kantor Bupati

Tolak Kenaikan BBM, PMII Pamekasan Kepung Kantor Bupati

Pamekasan – Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan mengepung Kantor Bupati Pamekasan pada Jum’at (14/11). Kedatangan ratusan kader PMII dalam rangka menyerahkan petisi penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM. Sebelumnya, PC PMII telah menggelar petisi penolakan rencana kenaikan harga BBM. Petisi penolakan dengan menggalang tanda tangan dari warga Pamekasan yang digelar pada Kamis (13/11) di Monumen Arek Lncor.

 Di depan Kantor Bupati, beberapa pengunjuk rasa berorasi. Ketua PC PMII Kabupaten Pamekasan, Sahabat Ahmad Qusyairi dalam orasi menyatakan kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat miskin. Karena dengan kenaikan harga BBM maka biaya hidup semakin besar. Hal ini dikarenakan efek naiknya semua bahan pokok. “Kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat miskin, mereka akan semakin dalam kesulitan karena membesarnya biaya hidup,” teriak Ahmad.

Aksi ratusan kader PMII sempat diwarnai ketegangan ketika aparat keamanan berusaha menghalangi pengunjuk rasa yang berusaha memasuki kantor Bupati. Pengunjuk rasa memaksa masuk Kantor Bupati untuk menemui orang nomor satu di Pamekasan. Namun, aparat keamanan berdalih siapapun boleh menyampaikan aspirasi, namun tidak boleh memasuki wilayah kantor pemerintahan.

 Aksi saling dorong terjadi, namun akhirnya pengunjuk rasa berhasil memasuki halam kantor dengan memanjat pagar. Sesampainya di halaman, pengunjuk rasa bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya. Di halaman Orator meminta Bupati untuk keluar menemui. “Kami minta Bupati bersama-sama dengan rakyat menolak rencana kenaikan harga BBM,” teriak orator.

 Karena pengunjuk rasa bertahan di halaman akhirnya Bupati keluar dan menemui massa di halaman. Namun massa aksi kecewa karena Bupati hanya menerima petisi berisi tanda tangan warga, namun menolak ikut menanda tanganinya. (Miftah)

Baca Juga  Hilal 2 Derajat, 1 Ramadhan Hari Kamis

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *