Press "Enter" to skip to content

Tolak Kenaikan BBM, Aparat Pukul Kader PMII Situbondo

Tolak kenaikan bbm, aparat pukul kader situbondo

SITUBONDO – Aksi protes terhadap kenaikan harga BBM di Situbondo diwarnai baku pukul dengan aparat pada Kamis (20/11). Keributan terjadi, saat polisi berusaha membebaskan dua mobil berplat merah yang sempat disandera pengunjuk rasa.

Aksi dimulai dengan longmarch menuju kantor Bupati untuk melanjutkan aksinya. Selama longmarch, para pendemo memilih berjalan mundur sebagai simbol mundurnya pemerintah. Di tengah jalan, mahasiswa menyandera sebuah mobil dinas jenis Toyota Avanza dan digiring ke kantor pemkab Situbondo.

Setibanya di kantor Bupati, aparat langsung berusaha membebaskan mobil dinas dari sandera. Beberapa pendemo mencoba mempertahankan hingga terjadilah kericuhan. Disini, mahasiswa bermaksud menemui Bupati namun gagal.

Pengunjuk rasa mengecam tindakan represif yang dilakukan aparat. “Kami menyesalkan sikap represif polisi. Ada beberapa mahasiswa yang terluka dan bajunya sobek akibat arogansi polisi. Kami akan menindaklanjuti atas tindakan represif ini,” kata Mas Rahman, dikutip newsdetik.com.

Selsesai di pemkab, puluhan massa dari PMII Situbondo beraksi di depan pintu gerbang kantor DPRD. Selama aksi, orator aksi terus menerikan penolakan yang disambut dengan yel-yel penolakan oleh massa. Berbagai poster dan spanduk berisi kecaman terhadap kebijakan kenaikan harga BBM juga dibentangkan.

Di kantor DPRD, pengunjuk rasa diterima Wakil Ketua DPRD Situbondo, Heroe Soegiharto dan Ketua Komisi II, Abdurahman. Di depan para mahasiswa, dua anggota DPRD Situbondo berjanji akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa sesuai mekanisme.

Setelah mendengar jawaban dari dua anggota DPRD, pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri secara tertib.

Baca Juga  Pemenang I, Lomba Fotografi

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *