Press "Enter" to skip to content

Tim FHUI Inspirasi bagi Mahasiswa Indonesia

Jakarta-Indonesia adalah bangsa besar, memiliki karakter dan segalanya. Meski kategori Negara berkembang, namun tidak sedikit prestasi international yang kita raih. Prestasi international di dunia pendidikan yang baru saja diraih oleh putra bangsa adalah menjadi jawara di ajang the 21st Willem C Vis International Commercial Arbutration Moot (Vis Moot). Prestasi itu diraih dengan menyisihkan 291 univeritas ternama dari 67 negara. Adalah Tim Fakultas hukum Universitas Indonesia yang meraih jawara pada ajang yang dilaksanakan 6 April 2014 di Praha, Republik Cheko ini.

Tim FHUI bukan hanya menang di satu ajang kompetisi. Mereka juga meraih posisi 2 dalam The 4th Budapest (CEU) Vis Pre-Moot and Conference on International Commercial Law and Arbitration, 9 April 2014 di Budapest, Hungaria. Serta mendapat Honorable Mention of Frederic Eisemann Award. Tim ini terdiri dari 5 mahasiswa FHUI. Mereka adalah Jeremiah Purba mahasiswa FHUI angkatan 2010, Artika Nuswaningrum mahasiswa angkatan 2013, Putri Meisita Kusuma mahasiswa FHUI angkatan 2010, Kezia Minar Paladina mahasiswa FHUI angkatan 2012, dan Asri Rahimi mahasiswa FHUI angkatan 2011. Sebagai individu, Asri Rahimi, juga membawa pulang Honorable Mention of Martin Domke Award, 17 April 2014. Dia terpilih sebagai oralist terbaik pada ajang yang berlangsung di Wina, Austria.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PB PMII Bidang Pendidikan, Riset dan Teknologi Munawwir Arafat menyampaikan, “ini adalah prestasi membanggakan dan mengharumkan Indonesia. Prestasi ini melengkapi presatsi-prestasi international lain yang telah ada,” katanya.

Munawwir menambahkan, Tim FHUI menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Indonesia. “Bahwa mampu unjuk gigi di dunia international bukan berarti harus belajar di Luar Negeri. Banyak putra bangsa yang memenangkan olimpiade dunia pendidikan di level international. Mereka belajar di Indonesia dan tidak sedikit berasal dari keluarga yang kurang mampu dan dari sekolah yang tidak diperhitungkan,” tambahnya.

Baca Juga  PMII Kudus Gelar Aksi Tolak UU MD3 di Depan Kantor DPRD

Selain itu, ini juga menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas pendidikannya. “Kampus-kampus lain harus meningkatkan kualitas pendidikannya. Saya yakin masih banyak kampus dan mahasiswa Indonesia mampu berjaya di dunia international. Hanya saja banyak anak bangsa yang cerdas namun tidak mendapatkan penyaluran, tidak bias melanjutkan pendidikan karena biaya yang mahal,” pungkas pria asal sulawesi ini.

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *