Press "Enter" to skip to content

Santri Pertanyakan Uang Tilang pada Kapolres

SOLO – Sudah menjadi rahasia umum, polosi yang seharusnya sebagai penegak hukum justru banyak yang menjadi pelanggar hukum. Kemudian tugas kepolisian yang seharusnya sebagai mitra dan pelindung masyarakat banyak disalah gunakan oleh oknum kepolisian. Hal yang paling sering terjadi dan mudah dijumpai yaitu di jalan raya.

Berkaitan dengan hal itu, santri Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta menanyakannya kepada Kapolresta Surakarta yang baru saja dilantik. “Kalau ada tilangan, itu sebetulnya uang masuk ke mana?” tanya salah satu santri.

Kapolresta Surakarta yang baru, Kombes. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, SIK, SST, MK berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Muayyad beberapa hari setelah resmi dilantik. Luthfi beserta rombongan diterima KH. Ahmad Mu’id dan para santri.

Selain menanyakan persoalan tilang, santri juga menanyakan terkait oknum kepolisian yang disinyalir banyak menjadi pelindung (backing) para penjahat. Santri bernama Purwanto mencontohkan kasus perlindungan bagi perusahaan yang menyalahi aturan dilindungi ada pelindungnya yaitu oknum keopilisan, agar tidak dijerat hukum.

Luthfi menjawab pertanyaan-pertanyaan dari santri satu persatu. Kemudian dalam kesempatan itu ia mengajak santri agar menjadikan polisi sebagai mitra dan pelindung. “Jadikan polisi sebagai sahabat dan jadilah “polisi” bagi diri sendiri,” ajak Luthfi.(Maq)

Baca Juga  Kemenpora Akan Gulirkan Liga Santri Nusantara

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *