Press "Enter" to skip to content

Refleksi Hari Pahlawan

Pak YuyunMenggelorakan Kembali Semangat Kepahlawanan 10 November. 
Bengkulu Selatan, 10 November lazim kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Tentu saja dengan ceremonial seperti biasanya, upacara mengenang pahlawan, pergi ke makam para pahlawan, dan kalau di beberapa kota besar dengan sederet universitas ternama mengadakan setidaknya seminar kebangsaan membangkitkan gairah mengingat dan mengenang jasa pahlawan bangsa.

Namun, hal ini tidak dilakukan seragam. Di daerah misalnya, terutama daerah yang memiliki iklim mahasiswa yang dapat dihitung dengan jari, peringatan hari pahlawan hanya sebatas ucapan di Facebook belaka. Saya pikir, mereka pasti juga mau melaksanakan seperti di beberapa kota-kota besar lainnya. Namun, sedikitnya dukungan sering menjadi kendala, dalam hal ini pemerintah daerah setempat, serta kurangnya responsive para pemuda dan mahasiswa dalam menggalang dukungan juga terasa.

Padahal, setidaknya, meski di daerah terpencil sekalipun, yang namanya organisasi mahasiswa dan kepemudaan pasti ada. Sebut saja beberapa organisasi besar mahasiswa di negeri ini yang juga meimiliki cabang hingga daerah, PMII, HMI, KAMMI, GMNI, IMM dan lain sebagainya. Akan tetapi kiprah mereka di daerah belum benar-benar dapat dirasakan.
Saya pribadi, mendukung dan sangat mengapresiasi adanya gerakan mahasiswa di daerah. Namun bukan sekedar gerakan yang bertendensi pada kepentingan sesaat maupun golongannnya saja. Setidaknya, gerakan pemikiran menjadi utama dalam menempa diri, secara kontinue merupakan bagian tak terpisahkan dalam rangka mewujudkan berfikir rasional dan menjadi modal dasar untuk berkontribusi dalam pembangunan yang keberlajutan, sesuai cita-cita luhur bangsa dan para Pahlawan terdahulu.

Benar, dulu pahlawan mengangkat senjata untuk memerdekakan diri, khususnya memerdekakan bangsa Indonesia. Namun, saat ini peperangan belum selesai. Hanya saja bukan perang dengan senjata api maupun bambu runcing, akan tetapi perang pemikiran dan karya nyata. Jika mahasiswanya saja sudah malas berorganisasi, mengkaji, aksi peduli rakyat, ya siap-siap hanya menjadi penonton.

Baca Juga  PMII Majalengka adakan Seminar Tangkal ISIS

Oleh Liza Wahyuninto*
*Ketua LDNU Kab. Bengkulu Selatan. Pernah menjabat sebagai Koordinator Pengkajian dan Keilmiahan pada PMII Komisariat Sunan Ampel UIN MALIKI Malang.

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *