Press "Enter" to skip to content

Pro-Kontra Ketetapan PB PMII

Sejak habis dilantiknya Pengurus Besar PMII yang bertempat di Salemba Tenggah No.57 A Jakarta Pusat, yang di nahkodai oleh Aminuddin Ma’ruf getol melakukan konsolidasi Nasional, Kegiatan konsolidasi diisi dengan sosialisasi konstitusi dan sisitem kaderisasi. Konstitusi yaitu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Kongres Jambi serta beberapa keputusan PB PMII. Sedangkan sistem kaderisasi merupakan rencana strategis hasil Rapat Kerja Nasional dan Keputusan PB PMII.

antara lain PB PMII getol membumikan Surat Ketetapan PB PMII bahwa:

  • Pengurus Cabang PMII maksimal berumur 23 Tahun pada saat terpilih atau dilantik
  • Pengurus Cabang PMII  maksimal semester 10 pada saat terpilih atau dilantik
  • ketua dan pengurus Harian Cabang minimal memiliki  IPK 2.75 (kedokteraan, teknik, MIPA, Ilmu komputer, Peternakan, Pertanian, Teknologi Pertanian, Kelautan dan Perikanan) dan IPK 3.00 untuk Fakultas non Eksakta.

Melihat hal itu penulis mengapresiasi niat baik yang di lakukan oleh pengurus PB PMII Periode 2014-2016 yang sudah membuat ketetapan untuk menjadi pengurus, biar PMII menjadi lebih baik. Tetapi harus ada yang harus di pikirkan oleh PB PMII dalam prateknya.

bahwa kader PMII tidak bisa di ukur dengan umur maksimal 23 tahun, perlu diketahui bahwa kader PMII banyak didominasi dari mahasiswa kampus PTAIN, PTAI dan kemudian di susul kampus-kampus UMUM dan PTN, perlu halnya di ketahui bahwa mahasiswa di PTAI adalah mahasiswa yang habis mengabdikan dirinya untuk pondok pesantren dan kemudian baru lanjut kuliah, di mana usia sudah mencapai 22-23 tahun, dan rata-rata orang yang selalu di garda depan dan selalu menghidupkan PMII di kampus PTAI adalah mereka-meraka yang yang sudah banyak berpengalaman.

tidak hanya itu saja, belum lagi kampus-kampus yang berada di daerah seperti halnya STAI-STIT-PGRI-PTN dan lain-lain, bahwa mahasiswa banyak yang mempunyai usia lebih dari 23, dan orang-orang itulah yang membesarkan PMII.

Baca Juga  PMII Jombang Gelar Pelatihan Jurnalistik

Jadi sangatlah pantas ketika banyak pengurus PMII mulai dari Rayon, Komisariat, Cabang, PKC menolak ketetapan PB PMII yang di pandang membatasi usia dan IPK, apalagi ketetapan PB PMII yang tidak berlandaskan hukum atau ketetapan tersebut tidaklah keputusan KONGRES.

Sama halnya PB PMII membatasi ruang dan waktu dalam bergerak, perlu kita ketahui bahwa PMII bukanlah himpunan, PMII bukanlah Kesatuan tetapi PMII adalah Pergerakan Mahasiswa yang selalu berkarya dan mengabdi kepada kemajuan bangsa Indonesia. Jadi PB PMII tidak boleh goblok dan memaksakan dalam melaksanakan ketetapan tersebut.

Penulis Sepakat apa yang di katakan mantan ketua PB PMII periode 2011-2013 Sahabat Dwi Winarno yang mengatakan dalam akun BMM. “Mungkin sekali anda (PB PMII) perlu mengunjungi dan berdiskusi, bukan hanya pidato pelantikan, dengan sahabat-sahabat di daerah. jangan hanya bermodal kopas peraturan organisasi tetangga sebelah.

Di Jakarta tidak ada satupun komisariat yang dibawahnya terdapat pengurus Rayon. Wajar jika usia berorganisasi lebih pendek. Di daerah?#Wisdom

banyak keluhan muncul terkait batas usia pengurus cabang . apakah standar di Jakarta harus sama dengan di luar Jakarta? apakah kaderisasi dan regenerasi Jakarta lebih baik?#wisdom.

#Penulis Pengurus Cabang Kota Malang (dikutip dari: kompasiana.com)

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *