Presiden Myanmar Sahkan Referendum Konstitusi

16a867d5-5bba-43fe-9d59-6bef206191ac_169

YANGON – Presiden Myanmar Thein Sein telah menyetujui undang-undang yang mengatur pelaksanaan refendum perubahan konstitusi, Rabu (12/2). Salah satu klausul perubahan yaitu larangan bagi seseorang yang menikah dengan warga asing menjadi presiden.

“Sekarang undang-undang telah disetujui, dan Komisi Pemilihan Umum akan segera menetapkan tangga referendum di bulan Mei,” kata Thein Nyunt, anggota majelis rendah dari partai Kekuatan Demokrasi Nasional Baru kepada Reuters.

Disetujuinya undaang-undang itu disambut baik oleh Aung San Suu Kyi. Hal itu membuka peluang bagi Aung San Suu Kyi mencalonkan diri menjadi presiden. Sebelumnya, pemimpin NLD itu menikah dengan warga negara Inggris dan tidak bisa mencalonkan diri.
Tidak hanya Suu Kyi, aktivis demokrasi di dunia juga menyambut baik kebijakan tersebut. Dunia internasional berpendapat hal itu memungkinkan pemilu yang kredibel, transparan dan inklusif di Myanmar.

“Kami berharap reformasi yang tengah dipertimbangkan akan memfasilitasi pemilihan umum yang kredibel, transparan dan inklusif yang memungkinkan semua orang untuk memilih sendiri pemimpin nasional dan lokal mereka sendiri,” kata Jen Psaki, juru bicara Deplu AS.(Maq)

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone
Baca Juga  Konfercab Ende, Umar Ajis Terpilih

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *