Press "Enter" to skip to content

Potong Tumpeng, Akhiri Doa untuk Bangsa PB PMII

POTONG TUMPENG: Aminuddin Ma'ruf, Ketua Umum PB PMII memotong tumpeng saat mengakhiri rangkaian kegiatan Doa Untuk Bangsa, dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Peringatan Hari Lahir NU
POTONG TUMPENG: Aminuddin Ma’ruf, Ketua Umum PB PMII memotong tumpeng saat mengakhiri rangkaian kegiatan Doa Untuk Bangsa, dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Peringatan Hari Lahir NU

JAKARTA – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar Doa untuk Bangsa, kemarin (29/1). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke 89. Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Aminuddin Ma’ruf, Ketua Umum PB PMII.

Diawali dengan Khotmil Qur’an pada pukul 16.00 WIB, kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekretariat PB PMII ini juga diisi dengan istghazah, bersama KH Nuril Huda sebagai salah satu pendiri PMII. Kemudian disusul dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Harlah NU.

Ratusan anggota, kader dan senior PMII turut hadir dalam kegiatan ini. Peringatan Maulid Nabi ini juga dihadiri oleh Menteri Sosial RI, Hj Khofifah Indar Parawansa, Prof.Dr.H Machasin, Dirjen Bimas Kemenag dan Prof.Dr.KH Nasaruddin Umar, Rektor IPTIQ Jakarta.

Dalam sambutannya Aminuddin Ma’ruf mengatakan, bahwa hingga saat ini PMII telah mampu memproduksi ulama-ulama ternama yang mampu menjadi rujukan dunia. Selain itu, PMII juga telah melahirkan kader-kader yang mampu bersaing di segala lini.

“Jebolan PMII saat ini tidak hanya mampu bersaing di ranah politik. Tapi juga mampu bersaing di ranah birokrasi dan akademisi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut iajuga menegaskan bahwa, PMII selaku organisasi mahasiswa yang telah independent dari struktural NU, akan terus memperjuangkan ajaran-ajaran Islam Ahlussunah Waljama’ah (Aswaja). Baginya, memperjuangkan Aswaja adalah sebuah kewajiban yang telah diamanahkan kepada PMII oleh pendahulu.

“Soal pertanyaan PMII akan kembali lagi ke NU atau tidak, PMII itu tidak kemana-kemana. PMII akan selalu menjaga amanah pendahulu-pendahulu untuk menjaga Islam Aswaja di kampus. Yang lain-lain itu fardu kifayah. Fardu Ain bagi saya itu adalah kaderisasi-kaderisasi Aswaja di kampus,” tegasnya.

Baca Juga  Peringatan Maulid, Penghormatan Kepada Nabi

Ia juga mengatakan bahwa untk mengembalikan keutuhan PMII sebagai penerus ajaran Aswaja tersebut, yang perlu dilakukan adalah kembali ke pesantren-pesantren. Kemudian, PMII juga harus kembali menghidupkan ritual-ritual Aswaja di kampus.

“Islam Indonesia itu akarnya di pesantren.Untuk mengembalikan PMII secara utuh, maka kita juga harus kembali ke pesantren. Kemudian, juga harus menghiduukan ritual-ritual Aswaja di kampus,” ujarnya.(poy)

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *