Press "Enter" to skip to content

PMII Untan Kembali Bangkit

PONTIANAK – Menurut sejarah, pencetus PMII di Kalimantan Barat adalah Mahasiswa dari Universitas Tanjungpura (Untan)Pontianak. Namun PMII di Kampus ini sempat vakum beberapa tahun, hingga kader yang tersisa pun bisa dihitung dengan jari. Hingga dua tahun terakhir, PMII Untan mencoba bangkit dan berhasil mengejar eksistensinya kembali.

Tanggal 14 Februari 2013 adalah awal dibangkitkannya kembali semangat juang PMII Untan. Dipelopori oleh Muhammad Syarifuddin dan Riki, PMII Untan mampu berdiri secara konstitusi dengan diadakannya Rapat Tahunan Komisariat (RTK). Di awal kepengurusan ini, lahirlah PMII Rayon FISIP Untan yang dipimpin oleh Syarif Solehuddin.

Di tahun kedua berdirinya PMII Untan secara konstitusi, di bawah kepemimpinan Khairul Mulyadi, PMII Untan berhasil melakukan kaderisasi melalui Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD). Buah kaderisasi ini berhasil mencetuskan gagasan untuk membentuk rayon pada masing-masing fakultas. Sehingga pada Tanggal 21 Maret 2015 berdirilah PMII Rayon Hukum Untan, yang diketuai oleh Miftahul Akhyar. Kemudian disusul oleh berdirinya PMII Rayon FKIP Untan pada 10 Mei 2015, dengan menyepakati Ulil Abshor sebagai ketua rayon.

“Dengan berdirinya Rayon-rayon baru, ini akan mempermudah basis kaderisasi PMII di Universitas Tanjungpura Pontianak. Di mana setiap rayon memiliki tugas untuk mengadakan Mapaba Masing-masing,” ujar Ketua Komisariat Untan, Khairul Mulyadi.

Terkait hal tersebut Musolli, Sekretaris Komisariat Untan mengatakan, bahwa keberhasilan mendirikan komisariat sekaligus tiga rayon, dalam kurun waktu dua tahun tersebut adalah sebuah prestasi. Meski demikian, tanggungjawab bagi setiap kader dan pengurus menjadi semakin besar.

“Di masa periode yang ke dua, adalah sebuah prestasi bagi kita karena telah berhasil mendirikan tiga rayon. Tetapi ini juga menjadi ‘PR’ besar bagi kami selaku pengurus, untuk memberi semangat kepada masing-masing pengurus rayon untuk tetap hidup dan aktif melakukan kaderisasi,” tegasnya.(Abdul Wesi/Poy)

Baca Juga  Sekolah Aswaja, Pahami Ideologi PMII

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *