Press "Enter" to skip to content

PMII Surabaya Komitmen Hadang Ideologi Transnasional

SURABAYA – Keberadaan ideologi transnasional kian mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mulai banyak generasi muda yang tertarik bahkan bergabung dengan gerakan tersebut. Untuk meghadang itu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Surabaya menegaskan berkomitmen mengawal penanaman dan penguatan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kampus-kampus.

Ketua PC PMII Surabaya, Sahabat Ali Syaifudin mengatakan gerakan mahasiswa berbasis keagamaan dan dakwah merupakan karakter PMII. Penguatan Aswaja dalam bentuk kajian dan forum-forum ilimiah menjadi salah satu fokus gerakan. Hal ini dinilai penting mengingat semakin suburnya ideologi transnasional.

“Kita pewaris penjaga ajaran  Ahlussunnah wal Jamaah. Aktivis tidak sekedar memiliki wawasan intelektual namun sisi religius juga digalakkan. Tradisi-tradisi  dan amaliah Aswaja di kampus juga harus dilestarikan,” katanya pada acara Buka Bersama PC PMII Surabaya bersama alumni, Kamis (2/7).

Ali menambahkan, modus yang kini digunakan gerakan transnasional untuk mengajak bergabung mahasiswa baru melalui pendekatan agama. Ketika telah terdoktrin, sangat mudah mengatakan kelompok diluar mereka adalah kafir. Maka PMII dalam ini memiliki posisi strategis untuk melakukan perang wacana dan keilmuan agar mahasiswa baru tidak mudah tergoda.

Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Surabaya, Thoriqul Haq menyatakan siap memberi dukungan atas upaya PMII Surabaya yang berkomitmen menjaga warisan  ajaran ulama Ahlussunna wal Jamaah. “Kami di Alumni, sebetulnya sangat khawatir atas maraknya pamflet, tulisan, bahkan spanduk yang mengajak mahasiswa menegakkan khilafah. Jika bukan PMII siapa lagi yang berjuang di kampus. Kami lahir batin sepenuhnya mendukung,” ucapnya bersemangat.

Acara buka bersama yang dilaksananakan di Gedung PWNU Jawa Timur itu dihadiri tidak kurang dari 250 orang kader dari berbagai komisariat yang ada di Kota Surabaya.(Luqman Hakim El Baqeer/Maq)

Baca Juga  Realitas Perbatasan di Kalimantan Barat

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *