PMII Solo: Mahasiswa NU Jangan Ragu Gabung PMII

SOLO – Masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2015 di berbagai kampus harus dijadikan momentum kaderisasi bagi organisasi kemahasiswaan yang berhaluan Aswaja.

Demi menjaga dan mengembangkan kultur dan paham Nahdlatul Ulama (NU) dari serangan paham radikalisme di kampus, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Surakarta mengajak mahasiswa baru yang berlatar belakang nahdliyyin untuk jangan ragu bergabung ke PMII sebagai ujung tombak kaderisasi NU di kampus.

“Para orang tua yang latar belakangnya nahdliyyin, apalagi para pengurus NU di seluruh tingkatan, jangan ragu lagi mendorong putra-putrinya untuk bergabung bersama PMII. PMII itu sudah sahih NU. Mau dijadikan Banom (Badan Otonom) NU atau tidak, tetap NU,” kata Ketua Umum PMII Cabang Kota Surakarta, Ahmad Rodif Hafidz dalam acara Halal bi Halal warga NU Kota Surakarta, Rabu (12/8) malam di Kantor PCNU setempat.

Rodif mengingatkan, kampus negeri maupun swasta, selain sebagai tempat belajar juga merupakan ruang ideologisasi bagi mahasiswa. Berbagai ideologi berkembang masif di kampus.

“Mulai dari ideologi kiri sampai kanan ada semua di kampus. Makanya, mahasiswa NU jangan sampai salah masuk organisasi,” tegasnya.

Menurut pengamatan dia, sejak beberapa tahun ke belakang, banyak mahasiswa yang dari rumah NU namun malah berubah haluan ikut kelompok Islam radikal. Hal ini sangat disayangkan karena di tengah gempuran radikalisme yang masif di Indonesia terhadap NU khususnya, malah pelaku radikalisme itu banyak yang dari kalangan NU sendiri.

“Tentu sangat disayangkan. Untuk itu, kami mengimbau, agar para orang tua dari kalangan nahdliyyin untuk menyadari bahaya radikalisme. Seharusnya putra-putri mereka dimasukkanlah ke PMII yang tidak diragukan lagi ke-NU-annya,” jelasnya.

Baca Juga  PMII Desak DPRD Tindak RS Lakukan Malpraktik

PMII Solo juga sudah mengimbau setiap pengurus komisariat yang ada di Kota Solo untuk semaksimal mungkin melakukan kaderisasi di kampus masing-masing, menjaring mahasiswa baru utamanya dari kalangan NU, dan jangan sampai mahasiswa baru yang NU itu diserobot oleh organisasi yang berhaluan paham dengan NU.

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *