Press "Enter" to skip to content

PMII Semarang Diskusikan Posisi PMII-NU

Setelah resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia. PC PMII Kota Semarang mengadakan FGD bersama alumni dan senior untuk membahas apakah kembali ke pangkuan Nahdlatul Ulama atau tetap memilih jalur interdependensi. Acara berlangsung setelah agenda pelantikan selesai. Hadir sebagai panelis dalam FGD yaitu Drs. Nur Ahmad, MA (Rektor Unwahas dan Mantan Ketua IKA PMII Semarang), Sahabat Rofiudin (Aliansi Jurnalis Independent Semarang) dan Sahabat Kholiludin Adib. Selain itu, turut dalam diskusi Ahmad Junaidi, S.Pd.I (Ketua Cabang Semarang Demisioner), Drs. H. Anashom, M.Hum (Majlis Pembina Cabang), Ibnu Ngakil (Ketua PKC Jawa Tengah) dan Aminuddin Ma’ruf (Ketum PB PMII)

Abdurrahman, Ketua PC PMII Kota Semarang 2014-2015 menympaikan harapan diadakannya FGD. “semoga FGD bias menghasilkan masukan bagi PMII Semarang khususnya dan PMII secara luas. Kami berharap hasil FGD bisa diakomodir dan dibawa ke forum PB,” kata Abdurrahman.

Sementara Ibnu Ngakil menjelaskan, PBNU di media itu menyatakan PMII harus kembali ke NU. Saya malah berfikir selama ini PMII kemana?. Saya rasa kita tidak pernah kemana-mana, kita ada disini (NU). “Ketua PWNU Jateng (Drs. Abu Hafsin, MA, Ph.D) juga merupakan Majlis Pembina Daerah PMII Jawa Tengah, beliau juga pernah menjadi Ktua Umum PKC Jawa Tengah. Komunikasi kita juga baik, tidak ada masalah,” Ungkap Alumni Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo.

Ibnu melanjutkan, seandainya Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama didirikan, toh nantinya akan diisi oleh kader-kader PMII juga tidak masalah. Rekomendasi mengembalikan PMII menjadi Banom NU harus dicermati, namun jangan ditanggapi dengan reaksioner. “Rekomendasi itu kita cermati, namun jangan reaksioner,” ungkap Ibnu.

Sementara Ketua Umum PB PMII dalam FGD tersebut, kembali menegaskan bahwa PMII adalah kader NU. PMII sudah pasti NU. Apa yang menjadi ideologis, tujuan dan perjuangan NU, itu juga yang ada di PMII.

Baca Juga  Menpora, Dianugerahi Anggota Kehormatan Forum Pemuda Betawi

PMII meruapakan organisasi kemahasiswaan Banom NU yang didirkan di Surabaya Tahun 1960, namun telah mengalami perjalanan panjang. Tahun 1972 mendeklarasikan independensi dari struktutal NU. Kemudian tahun 1991 menyatakan diri sebagai organisasi yang interdependent dari NU, yang artinya PMII adalah NU namun tidak dalam satu struktural yang mengikat secara organisasi. Sedangkan untuk mengembalikan PMII menjadi Banom NU tentu tidak mudah, karena menyangkut konstitusi 2 organisasi. Sedangkan konstitusi itu hanya bisa dirubah di Kongres dan Muktamar. (zulfa)

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *