Press "Enter" to skip to content

PMII Sebagai Organisasi yang Inklusif Terhadap Disabilitas (Pemenang II, Lomba KTI)

(Ringkasan)

Sebagai organsiasi gerakan mahasiswa yang berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan dan keislaman, maka sudah seharusnya PMII berada pada jalur yang dekat dengan dimensi kemanusiaan, salah satunya adalah aktualisasi peran PMII yang membela kelompok minoritas. Kelompok penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok minoritas yang sampai saat ini masih belum banyak diperhatikan oleh berbagai pihak, meskipun secara legal pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan terkait tentang hak-hak bagi penyandang disabilitas (UU No 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Convention on The Rights of Persons With Disabilities (Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas). Namun nyatanya program pemenuhan hak ini masih mengalami jalan buntu. Salah satu penyebabnya ialah lantaran masyarakat sendiri belum berpartisipasi aktif untuk mensukseskan kebijakan ini, selain itu juga pemerintah kurang maksimal dalam melakukan implementasi kebijakannya. Buktinya, masih banyak dijumpai disekitar kita akses pelanan publik yang masih belum aksesibel terhadap kaum penyandang disabilitas. Oleh karena itu, menjadi penting agar PMII sebagai organisasi gerakan mahasiswa terbesar di Indonesia memiliki peran khusus terkait isu disabilitas.

Karya tulis ini didasarkan pada hasil penelitian yang difokuskan pada ruang lingkup civitas Universitas Brawijaya (UB) dan PMII Komisariat Brawijaya. Keduanya dianggap mampu menjadi representasi untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian. Sedangkan dalam tujuannya, penelitian ini menjawab permasalahan mengenai potensi PMII Komisariat Brawijaya terhadap pembelaan kaum penyandang disabilitas di Universitas Brawijaya. Juga untuk mampu mengetahui langkah yang harus dilakukan oleh PMII Komisariat Brawijaya agar dapat menjadi organisasi yang inklusif atau ramah bagi kalangan penyandang disabilitas. Jika sudah begitu, maka besar harapan hasil penelitian ini dapat mampu memberikan sumbangsih pemikiran bagi PMII, agar dapat mampu menjadi organisasi rahmatan lil alamin, dan sesuai cita-cita PMII.

Baca Juga  Konfercab Ende, Umar Ajis Terpilih

Kerangka konsep yang digunakan ialah konsep disabilitas, nilai-nilai kemanusiaan PMII, dan organisasi inklusif. Adapun Metode dalam penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, bahwa PMII Komisariat Brawijaya merupakan organisasi gerakan mahasiswa yang berpotensi besar untuk melakukan pembelaan dan gerakan terhadap kaum penyandang disabilitas, meski banyak evaluasi bertahap yang harus dilakukan untuk mewujudkan upaya ini. Kedua, yakni perlunya melakukan proses penyadaran baik secara internal maupun terhadap publik, terkait masalah kebutuhan dan hak penyandang disabilitas. Dalam upaya ini pengawalan isu dan masifnya gerakan penyadaran berupa sosialisasi, merupakan suatu langkah yang dapat diambil untuk mampu mengangkat derajat kaum disabilitas.

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *