PMII Probolinggo Gelar Diskusi AEC

diskusi asean community

PROBOLINGGO – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo menggelar diskusi pada Minggu (14/12) sore. Diskusi bulanan kali ini membahas AEC (Asean Economic Community) yang akan diterapkan tahun 2015 oleh negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.

Bertempat di sekretariat cabang jalan Randupitu, Gending, Probolinggo, diskusi itu dihadiri puluhan Kader PMII delegasi komisariat Se-Probolinggo.

Ketua PC PMII Probolinggo, Muhammad Towil menjelaskan diskusi ini adalah langkah taktis yang dilakukan PMII Probolinggo untuk memberikan pemahaman awal tentang AEC kepada kader-kader PMII.

Sejak ditandatanganinya kesepakatan percepatan Asean Economic Community (AEC) dari tahun 2020 menjadi 2015 pada tahun 2007 di Singapura, Indonesia dituntut untuk bergegas. Semua pihak harus menyiapkan diri. “PMII sebagai bagian dari elemen bangsa tidak bisa diam menghadapi tantangan pasar bebas ASEAN ini,” katanya.

Penyaji dalam diskusi bulanan Muhammad Al Fayyadl, memaparkan dampak AEC. Menurutnya, dampak nyata AEC adalah terjadinya neoliberalisasi di segala sektor, kompetisi produksi, komoditas oriented, kesenjangan tenaga kerja, Indonesia akan jadi surga impor, dan investasi yang hanya akan menguntungkan kaum kapitalis. “Jika kita tidak menyiapkan diri, khawatir kita akan kalah di segala sektor,” kata pria alumnus Magister Universite De Paris VIII (Vincennes-Saint-Denis), Prancis itu.

Di akhir diskusi, pria yang akrab dipanggil Gus Fayyadl tersebut berpesan, bahwa sudah saatnya kemandirian ekonomi desa segera digalakkan sebagai langkah antisipiatif dini. “Untuk PMII, perlu wacana tentang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau AEC ini dimunculkan di media-media. Konsolidasi dengan elemen tenaga kerja harus segera dimulai,” jelasnya.

Gus Fayyadl menambahkan, peningkatan kemampuan bahasa asing dan pengenalan budaya asing sudah saatnya untuk dilakukan. (Beny/dewi)

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone
Baca Juga  PMII Gresik Desak Penutupan RSIA Nyia Ageng Pinatih

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *