Press "Enter" to skip to content

PMII Jurkamnya NU

BANJAR – Semakin dekatnya pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang, Agustus mendatang, semakin sering juga diperbincangkan di forum-forum formal PMII. Hal itu terkait rekomendasi Munas dan Konbes 2014 silam yang mengajak PMII untuk kembali menjadi Badan Otonom. Dalam rekomendasi tersebut, NU memberikan tenggang kepada PMII hingga pelaksanaan muktamar. Jika PMII tidak kembali, maka NU akan membentuk organisasi kemahasiswaan di lingkungan NU.

Menanggapi hal itu, PB PMII dengan tegas menyatakan bahwa PMII adalah bagian dari NU. PMII tidak pernah keluar dari NU. Karena apa yang menjadi ideologi, kultur, perjuangan dan tujuan NU adalah ideologi, kultur, perjuangan dan tujuan PMII. Demikian disampaikan Ahmad Miftahul Karomah dalam forum pelantikan PC PMII Kota Banjar, Sabtu (7/3) lalu.

“PMII adalah NU, PMII tidak pernah keluar dari NU. Apa yang menjadi ideologi, kultur, perjuangan dan tujuan NU, itu juga yang ada di PMII. Dimintanya PMII kembali menjadi badan otonom, tidak perlu diperdebatkan dan dipermasalahkan, itu hanya terkait struktur saja. Banom atau tidak, PMII adalah NU,” tegas Ketua Bidang Media ini.

Emka menambahkan, meski diluar struktur NU, PMII sudah membuktikan dirinya sebagai jukamnya NU. “Dibanyak daerah di luar jawa, PMII lah yang mengenalkan NU kepada masyarakat,” lanjut pengurus asal Kalimantan Barat ini.

Ia juga mengibaratkan PMII dengan anak kos. “Kalau mahasiswa itu sesuatu yang lumrah menjadi anak kos. Anak kos itu kalau sudah selesai belajar, dengan sendirinya akan kembali ke rumah,” katanya.(Maq)

Baca Juga  Hanif: PMII Hari ini, Pemimpin NU dan Bangsa Nanti

Tinggalkan Komentar

2 Comments

  1. abdul hamid abdul hamid 11 March 2015

    amin.. semoga hasil munas kmnu kemarin bisa jadi cambuk penyemangat bagi warga pmii.

  2. PMII Kutim PMII Kutim 15 March 2015

    Ya, tidak perlu diragukan lagi. Meskipun kita berada di luar, namun apa yang kita lakukan adalah mendukung gerakan-gerakan NU. Lalu kenapa kita harus meributkan hal yang demikian itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *