Press "Enter" to skip to content

PMII dan NU, Ini Rekomendasi IKA PMII

JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) yang menginginkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), untuk kembali menjadi Badan Otonom (Banom) NU menuai pro dan kontra. Terkait hal tersebut, Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) yang menggelar rapat pleno di Hotel Bidakara Jakarta juga membahas hal tersebut, Rabu (18/3).

Melalui pleno tersebut, akhirnya IKA PMII telah bersepakat, untuk merekomendasikan PMII agar kembali menjadi Banom NU. Menurut Adnan Anwar, Wakil Sekjend IKA PMII, kesepakatan tersebut diputuskan, karna PMII adalah kader ideologis NU.

“Prinsipnya kita sepakat kalau PMII kembali menjadi bagian dari NU, karena PMII adalah kader ideologis NU,” jelasnya.

Namun dalam hal iniAdnan menegaskan, bahwa PMII akan kembali menjadi badan otonom, bukan lembaga atau lajnah NU.

“Statusnya nanti PMII tetap otonom. Beberapa ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan sendiri oleh PMII dalam Kongres. Yang penting masuk dulu (kembali menjadi bagian resmi NU),” ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata Adnan, akan diadakan pertemuan tiga pihak, yakni IKA-PMII, PB PMII dan Tim Kaderisasi PBNU untuk membahas persiapan lebih lanjut.

Terpisah, Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan pertemuan dengan IKA-PMII dan PB PMII untuk membahas secara teknis masuknya kembali PMII ke dalam NU, terutama berkaitan dengan AD/ART NU yang akan dibahas dalam Muktamar NU di Jombang, awal Agustus 2015 nanti.

Menurutnya, pasal kembalinya PMII menjadi badan otonom NU dalam Muktamar nanti akan dibahas oleh komisi organisasi dan ditetapkan dalam Sidang Pleno.

“Dalam draft sudah kita masukkan, tinggal disepakati di Muktamar,” kata KH Masyhuri yang juga anggota tim perumus materi komisi organisasi Muktamar NU.

Untuk diketahui, PMII didirikan pada 1960 sebagai badan otonom NU yang beranggotakan para mahasiswa NU di berbagai perguruan tinggi. PMII didirikan oleh para tokoh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai kelanjutan jenjang kaderisasi NU. Pada 1972 dalam suasana tekanan politik Orde Baru PMII menyatakan independen dari NU.

Baca Juga  Penghargaan Bintang Sembilan Maha Cipta Pergerakan

Pada 1991, beberapa tahun setelah NU lepas dari politik praktis, PMII mengumumkan ‘interdependensi’ yang berarti “mempunyai persamaan-persamaan dalam persepsi keagamaan dan perjuangannya, visi sosial dan kemasyarakatan, dan mempunyai ikatan historis dengan NU”, namun tetap independen dan tidak menjadi badan otonom NU hingga sekarang.(Poy)

Sumber: www.santrinews.com

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *