Peran Penting NU Mengawal Dana Desa

MEDAN – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Ja’far mengakui eksistensi Nahdlatul Ulama (NU) yang telah diakui pada level internasional. Hingga saat ini, NU pun masih memiliki kekuatan besar di kawasan perkampungan dan pedesaan. Menurutnya inilah mengapa, NU memiliki peran penting dalam mengawal dana desa.

“Kader-kader NU bisa berperan secara aktif dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam musyawarah desa,” ujarnya saat menghadiri rangkaian kegiatan Pra-Muktamar ke-33 NU di Pesantren al-Akbar al-Kautsar Jl Pelajar Timur Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/5) malam.

Dikutip dari NU Online, ia menerangkan bahwa program-program desa dipengaruhi oleh hasil musyawarah desa. Di dalamnya terdapat Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa, Rancangan Kerja Perangkat Desa (RKPD), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa. Dari pihak kabupaten juga bisa terlibat aktif sehingga dana bisa disalurkan untuk kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat di desa.

“Di situlah salah satu peran sosial dari NU dalam rangka mewujudkan desa-desa yang baik,” tegasnya dihadapan para pengurus NU yang memadati pendopo pesantren.

Marwa juga mengimbau kepada NU untuk tidak terlalu alergi dengan hal-hal yang berbau politik. Sebab, politik menurutnya, merupakan salah alat yang digunakan untuk mencapai kesejahteraan umat dan bangsa.

“Maka dari itu, saya sebut sebagai Khittah Produktif, bukan khittah dalam artian politik lagi,” paparnya.

Khittah produktif itu, tambah Marwan, konkretnya punya banyak universitas, rumah sakit, punya banyak pesantren, sentra-sentra ekonomi, dan lain-lain. Itulah yang paling penting. Karena ketertinggalam kita semua di bidang ekonomi.

“Kita punya spirit Nahdlatut Tujar yang dapat digunakan dalam merumuskan rekomendasi-rekomendasi di Muktamar,” ucapnya.

Dalam akhir sambutannya Marwan menegaskan, bahwa ekonomi warga NU harus berdaya. Misalnya dengan membuat kawasan Industri di Sumut, tapi NU yang punya bekerja sama dengan pemda setempat, kita dorong disitu. “Kita yang ada di pemerintahan punya tanggung jawab moral, sosial dan jam’iyah untuk memperjuangkan itu semua,” tandasnya.(NU Online/Poy)

Baca Juga  PMII Ogan Ilir Diminta Konsisten Kawal Aswaja

“Sumber: NU Online (www.nu.or.id)”

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *