Press "Enter" to skip to content

Pemeirntah Jangan Takut dengan Protes Brasil dan Belanda

JAKARTA – Eksekusi terpidana hukuman mati kasus narkoba akhirnya dilaksanakan pada Minggu (18/1). Beberapa negara mersepon hal tersebut, khususnya yang warga negara termasuk dalam daftar tereksekusi. Protes dilakukan Brasil dan Belanda dengan menarik secara resmi duta besarnya. Seperti diketahui terpidana mati kasus narkoba terdapat warga negara Brasil, Marco Archer Cardoso Moreira dan warga negara Belanda, Ang Kim Soei.

Meski Brasil dan Belanda melakukan protes dengan menarik dubesnya, diharapkan pemerintah tidak takut dan surut dalam pemberantasan gembong narkoba, hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PB PMII, Abdul Haris Wally. Haris mengapresiasi keberanian pemerintah melaksanakan eksekusi terpidana mati tersebut. Haris juga mengajak segenap warga negara memberikan supportnya terhadap keputusan tersebut.

“Penegakkan hukum tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun, terlebih pihak asing. Pemerintah tidak boleh gentar dengan gertakan dan ancaman negara luar. Ini persoalan kewibawaan hukum bangsa ini,” kata Haris di Kantor PB PMII Jalan Salemba Tengah No. 57 A Jakarta Pusat, Minggu (18/1).

Haris menegaskan bahwa narkoba merupakan kejahatan kemanusiaan yang merusak generasi penerus bangsa ini. Oleh karena itu sudah selayaknya para gembong pengedar narkoba mendapatkan hukuman setimpal. Tidak perduli mereka dari warga negara mana. Karena jika masih kompromi terhadap kasus narkoba, generasi muda bangsa ini taruhannya.

Penarikan dubes, menurutnya sikap kekanak-kanakan yang ditunjukan Brasil dan Belanda. Seharusnya (Brasil dan Belanda) menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. “Menarik dubes menunjukan kekanak-kanakan, seharusnya mereka menghormati hukum di Indonesia. Karena memang para terpidana layak mendapatkannya,” pungkas alumnus Universitas Halu Oleo.

Baca Juga  PMII Solo: Mahasiswa NU Jangan Ragu Gabung PMII

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *