Press "Enter" to skip to content

Pembangunan Pemuda Yang Terintegratif

Bambang Tri Anggono

Indonesia saat ini tengah mengalami bonus demografi. Bonus demografi dapat memberikan efek positif namun juga ada efek negatifnya. Jika keadaan ini tidak dikelola dengan baik, maka bonus demografi akan menjadi gerbang rusaknya moral dan mental pemuda.

Berbicara kebijakan tentang kepemudaan selalu erat kaitannya dengan pelaksana teknis kebijakan yaitu Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Namun harus disadari, bahwa tanggung jawab tersebut juga melingkupi semua sektor pemerintahan. Presiden Jokowi, dalam pembangunan manusia menggunakan slogan “ Revolusi Mental”. Hal ini dikarenakan efek globalisasi belum mampu dikelola dengan baik, akhirnya hanya dampak negatif yang masuk. Maka kebijakan model pembangunan karakter mental pemuda harus dilakukan secara integratif dan komprehensif di semua sektor. Dalam Kabinet Kerja yang telah dibentuk, terdapat Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Ini menjadi spirit kesungguhan dalam revolusi mental bangsa Indonesia 5 tahun mendatang.

Berbagai organisasi kepemudaan tumbuh berkembang di Indonesia, mengikuti arus demokrasi dan keterbukaan. Namun dengan tumbuh suburnya organisasi kepemudaan perlu adanya klasifikasi dalam rangka pembinaan yang konprehensif. Dari sekian organisasi, perlu adanya identifikasi dan pemetaan untuk membuat kerangka kebijakan yang mendukung pengembangan pemuda.

Organisasi yang mengedepankan pemberdayaan berbasis kebangsaan harus diberikan supporting system tersendiri, jika impian pembangunan manusia menuju revokusi mental ingin terwujud. Selama ini terdapat organisasi kepemudaan yang paling aktif melakukan gerakan kebangsaan dan turut serta dalam menjaga NKRI. Diakui atau tidak organisasi yang paling massif dalam pengkaderan kebangsaan adalah organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam forum Cipayung. Forum tersebut berisi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Baca Juga  PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus

Kiprah kelima organisasi kepemudaan yang berbasis kepada kemahasiswaan diatas telah dicatat oleh sejarah. Mau tidak mau, harus diakui berdirinya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) merupakan hasil organisasi tersebut. Cikal bakal KNPI terbentuk ketika era 60-an organisasi tersebut menggabungkan diri dalam forum nasional Keastuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Oleh karena itu, kedepan, road map pembangunan manusia Indoensia tidak boleh meninggalkan organisasi-organisasi tersebut.

Penulis: Bambang Tri Anggono*

*Ketua PB PMII Bidang Advokasi Kebijakan Publik

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *