Press "Enter" to skip to content

PBB “Marah” dengan Komentar Biksu Myanmar

150122104525_wirathu_640x360_getty

Pejabat hak asasi manusia PBB, Zeid Ra’ad Al Hussein, mendesak pemerintah Myanmar mengecam keras biksu Ashin Wirathu, setelah pemuka Buddha ini menyebut seorang utusan PBB “pelacur” dan “wanita jalang”.

 

Al Hussain mengatakan komentar Wirathu tergolong “ucapan yang bisa memicu kebencian”.

 

Ia juga menilai bahwa komentar tersebut “melecehkan dan tidak menghargai martabat wanita”.

 

“Saya mendesak para pemimpin politik dan agama di Myanmar untuk mengecam semua ucapan yang bisa memicu kebencian,” kata Al Hussain dalam satu pernyataan tertulis.

 

Biksu Wirathu mengeluarkan komentar ini dalam satu unjuk rasa pekan lalu, untuk menentang lawatan utusan PBB, Yanghee Lee, yang antara lain mengangkat nasib minoritas Muslim di Myanmar.

 

Yanghee Lee mengatakan nasib warga minoritas Muslim sangat mengenaskan.

Yanghee Lee mengatakan bahwa warga Muslim Rohingya hidup dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

 

Wirathu sendiri dalam wawancara dengan BBC menolak tuduhan bahwa dirinya memicu kebencian.

 

“Saya tidak menyesal … kata-kata yang saya pakai sangat lunak. Ketika itu saya berbicara tentang isu nasional, bukan berceramah tentang agama,” kata Wirathu.

 

Wirathu mendekam di penjara selama hampir sepuluh tahun setelah dinyatakan bersalah memicu kebencian terhadap orang-orang Islam.

 

Ia dikenal sebagai pemimpin gerakan 969 yang mengatakan Myanmar adalah negara Buddha dan mestinya ada pembatasan atau boikot terhadap warga Muslim.

 

Sumber: BBC Indonesia

Baca Juga  PMII Pariaman Bentuk Perpustakaan

Tinggalkan Komentar

One Comment

  1. firman firman 24 January 2015

    izin share utk pmii yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *