Press "Enter" to skip to content

Menyisiri Langgam Bacaan Al-Quran Khas Nusantara

JAKARTA – Indonesia memiliki langgam bacaan Al-Quran berbeda, yang telah menjadi khas Nusantara. Tentu saja, langgam ini tidak melenceng dari kaidah-kaidah yang ada.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin mengatakan bahwa hingga saat ini saja, Kementerian Agama telah memiliki qori yang fasih dengan ilmu tajwidnya, mampu melantunkan ayat-ayat Al-Quran dengan beberapa langgam, yakni Jawa, Sunda, Madura dan Aceh.

“Oleh karenanya, bila didapatkan qori yang bisa membaca Al-Quran dengan langgam Melayu, Bugis, Medan dan dengan langgam apapun yang itu merupakan ciri Nusantara kita, saya pikir itu akan sangat memperkaya khazanah qiraah kita. Dan suatu saat menarik juga kita festivalkan dalam acara-acara tertentu,” ujarnya, Rabu (6/5).

Menurutnya, selain mengkaji pesan yang terkandung dalam Al-Qur`an, menggali dan mengembangkan nilai-nilai seni yang terkait dengan Al-Qur`an juga tidak kalah menariknya. Kesultanan Islam Nusantara sendiri, telah mewariskan banyak naskah mushaf kuno dengan iluminasi yang indah.

Ia juga mengatakan bahwa langgam bacaan Al-Qur`an khas nusantara, dengan kekayaan alam dan keragaman etnik Indonesia ini, sangat menarik untuk dikaji dan dikembangkan. Dengan menggali khazanah Islam Nusantara yang berporos pada Al-Qur`an dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, akan menjadikan Islam Indonesia sebagai model, untuk mempromosikan Islam berkarakter, yang menghargai keragaman agama, budaya, bahasa dan etnik.

“Di saat banyak negara berpenduduk Muslim lainnya dilanda berbagai konflik yang bernuansa agama, Islam Nusantara bisa menjadi oase baru bagi dunia Islam dan masyarakat dunia pada umumnya,” ungkapnya.(Kemenag/Poy)

“Sumber: Website resmi Kementerian Agama, www.kemenag.go.id”

Baca Juga  Daftar Kampus yang Dinonaktifkan

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *