Menpora: Saat Kuliah Saya Tidur di Masjid

Imam Nahrawi

SURABAYA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengisahkan perjalanan hidupnya sewaktu menjadi mahasiswa. Imam menceritakan, saat menjadi mahasiswa di UIN Sunan Ampel (dulu IAIN) Surabaya, dengan kondisi keuangan yang sulit. Ia harus tidur di masjid dan jualan kaligrafi.

 “Saya dari kalangan orang miskin, orangtua saya hanya bisa membayar kuliah satu semester pertama saja, selebihnya saya mencari uang sendiri,” kata Imam saat memberikan kuliah umum di UIN Sunan Ampel pada Selasa (9/12).

Karena tidak memilliki uang lebih, mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur itu memilih tinggal di masjid dan mushala daripada tinggal di kamar kos. Di situ, dia sambil mengajar ngaji, karena sebenaranya.

Dia menceritakan caranya mencari uang sambil belajar. Di akhir pekan, saat semua teman-temannya berkunjung ke tempat teman perempuannya, ia memilih berkeliling pasar menjual kaligrafi ke pasar, seperti Pasar Krian di Sidoarjo hingga pasar Wonokromo di Surabaya. Hasilnya, uang itu cukup dipakai untuk membayar kuliah dan membeli motor untuk sarana transportasi.

Alumnus UIN Sunan Ampel Jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini, dulu berangan-angan menjadi pengajar, tidak pernah terfikirkan menjadi seorang politisi bahkan menteri seperti saat ini. “Jadi tidak pernah ada di benak saya menjadi politisi, atau bahkan sampai menjadi menteri seperti saat ini,” kisahnya.

Ia berharap agar pengalaman itu menjadi inspirasi bagi mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak mudah menyerah dan putus asa. Tidak ada yang tahu tentang nasib seseorang ke depan.

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone
Baca Juga  Forum Rektor Janji Selamatkan KPK

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *