Press "Enter" to skip to content

Menjaga Kesatuan, Menpora Ingatkan Tugas PMII

JATIM – “Dengan olahraga, perbedaan suku, agama, dan adat istiadat tidak akan ada artinya saat berlaga di lapangan, yang ada hanya merah putih”.

Demikian dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi saat menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) di di Balai Pemuda Jawa Timur, Sabtu (3/9). Menurutnya, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan memiliki tugas penting untuk turut merekatkan perbedaan tersebut.

“Ini merupakan salah satu tugas generasi muda di PMII untuk merekatkan perbedaan yang ada, dan tetap tawazul sesuai ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, menteri yang biasa disapa Cak Imam ini juga mengajak seluruh pemuda di Indonesia untuk memasyarakatkan olahraga. Ia meyakini, bahwa olahraga mampu menyelesaikan banyak hal.

“Misalnya sebelum memulai kongres bisa dilakukan festival olahraga terlebih dahulu. Hal ini terbukti efektif karena setelah olahraga semua energi negatif sudah terbuang, sehingga semua peserta kongres lebih fresh (Segar),” terangnya.

Terkait persiapan PON yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 September 2016 nanti, ia berharap Pemprov Jawa Timur siap menyambut ribuan peserta dari seluruh Idonesia. Menurutnya, Jatim sangat pantas menjadi tuan rumah PON karena telah melahirkan olimpian seperti Tantowi Ahmad.

“Tantowi Ahmad memang asli Banyumas namun pernah mondok di PP. Queen Al Falah Kediri selama tiga Bulan,” jelasnya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang juga hadir dalam pelantikan PCK PMII Jawa Timur tersebut berharap, PMII dapat memberi kontribusi positif untuk kemajuan Jawa Timur. “Hal ini sesuai teori Capra yang menjelaskan bahwa negara yang maju adalah yang berbasis etika dan moralitas, terlebih pemuda yang bergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga berbasis spiritual,” tutur Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo.

Baca Juga  Malam ini Penetapan Pemenang Lomba Logo Harlah

PMII, menurut Gubernur dua periode tersebut memiliki modal utama menghadapi pasar bebas yakni basis spiritual dan etika. Dua modal itu dapat digunakan PMII untuk mengembangkan potensi ribuan kader, tentu menghindari menjadi penonton di negeri sendiri. Pemprov Jatim, jelas Pakde Karwo, mengapresiasi setiap anak muda yang bersemangat dan bersedia menjadi agen perubahan untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

“Persaingan pasar bebas tidak lagi dapat dihindarkan, untuk itu mahasiswa dan pemuda agar dapat merespon kompetisi tersebut dengan melakukan gerakan ekonomi. Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya agar pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap tumbuh meski Indonesia sempat mengalami krisis,” ujarnya.

Selain Menpora dan Gubernur Jatim, pelantikan PCK PMII Jatim juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Alumni PMII Jatim Mujahid Ansori, Ketua Pengurus Besar (PB) PMII Aminuddin Makruf dan Salah satu pendiri PMII, KH Nuril Huda. Sebanyak 2000 kader PMII dari seluruh cabang kabupaten/kota hadir meramaikan Pelantikan yang dirangkai dengan Halaqah Akbar Ikatan Alumni PMII.(Lukman Hakim/Poy)

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *