Masa Muda, Masa Kreatif

Oleh: Baharudin

Tidak banyak pemuda yang kreatif, sebab masa muda identik dengan masa dimana seseorang mengalami masa transisi untuk beranjak ke masa kehidupan dewasa. Banyak diantara mereka hanya mengabiskan masa mudanya dengan berpoya-poya semata, tak berpikir panjang terhadap setiap yang dilakukannya, sikap yang labil melahirkan identitas semu bagi mereka, dan yang paling aneh adalah banyak diantara mereka yang tidak sadar betapa penting masa muda ini yang sebetulnya harus dihabiskannya semata-mata berbuat baik serta mampu melahirkan hal-hal yang bermanfaat, entah berbuat lalu melahirkan manfaat baik untuk dirinya ataupun orang lain.

Bukankah peran setiap pemuda sangat dibutuhkan dalam segala dinamika kehidupan bermasyarakat, bukankah kualitas pemuda hari ini sebagai representasi kualitas kehidupan suatu bangsa di masa-masa yang akan datang (?).

Rumusan di atas harusnya bisa dijawab oleh kita selaku pemuda hari ini. Masyarakat sangat membutuhkan kreatifitas kita di dalam setiap dinamika kehidupan mereka, terutama masyarakat awan yang masih jauh dari kehidupan modrn. Begitupula dengan kebesaran mimpi suatu bangsa akan mampu terjawab bilamana jutaan pemuda di dalamanya mampu melahirkan kreatifitas nyata. Akan buram masa depan bangsa ini jika salah satu komponen masyarakat di dalamnya (pemuda) tidak pernah mau tau serta tidak mau (apatis) serta tidak mau melakukan upaya-upaya perubahan yang bersifat baik (pesimis) untuk menjawab tantangan kehidupan bangsa di masa yang akan datang.

Penyadaran diri bagi pemuda yang seharusnya dilakukan oleh siapa saja ini sangat penting, sebab siapa lagi yang patut diklaim sebagai masyarakat produktif sekaligus menjadi harapan suatu bangsa ini kalau bukan mereka pemuda hari ini.

Orang tua, guru, serta inspirator-inspirator hebat harusnya mampu menyadarkan mereka, khususnya mereka (pemuda) yang masih belum sadar akan peran dan fungsinya. Hal inilah yang kemudian kita harapkan bisa terwujud kedepan sebagai bentuk pendidikan kreatifitas bagi pemuda itu sendiri, baik memalui pendidikan yang bersifat formal, non formal, informal, dll. Pemerintah dan kita semua harus memikirkan hal tersebut…!

Baca Juga  Nostalgia Bulan November (Mahbub, 1973)

Pemuda harus bisa menjadi contoh di bidang kreatifitas. Seperti halnya apa yang dilakukan oleh salah seorang bernama Meydiya (nama panggilan) yang ditemukan penulis dia sedang membuat piring berbahan plastik bekas gelas minuman. Adalah satu kreatfitas unik yang mampu dilahirkan oleh sosok wanita itu. Barangkali kita belum banyak yang tahu siapa wanita yang bernama Meydiya.

Di kalangan pelajar, Meydiya adalah seorang Mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi di Mataram (IAIN). di samping ia memiliki bakat sebagai pengrajin, Meydiya juga memiliki bakat menyanyi. Dalam bidang menyanyi misalkan, Meydiya seringkali tampil mengikuti lomba, dan kabar terakhir Meydiya akan ikut lomba menyanyi nanti pada perayaan Ultah Lombok Tengah pada tanggal 15 bulan ini.

Wanita kelahiran Perbawe 12 mey 1991 sekaligus anak ke 3 dari 5 bersaudara Praya juga adalah sosok wanita pergerakan. Dia aktif di salah satu organisasi Mahasiswa (PMII), Meydiya adalah ketua Korp PMII Putri (kopri) di PC PMII Mataram. Sebagai mahasiswa sekaligus tergolong salah seorang aktivis perempuan di kalangan mahasiswa di kota Mataram dia sangat teliti dalam mengatur waktu-waktu yang dimilikinya.

Hal tersebut terlihat bahwa di sela-sela kesibukannya sebagai seorang mahasiswa, baik kesibukannya di bidang akademik ataupun di bidang organisatoris, maka penulis menemukan sosok Meydiya ini berbeda dengan sosok wanita lainnya. Hampir segala aktifitas kesehariannya dia hajatkan sebagai bentuk pembelajaran bagi dirinya. Sama halnya dengan Mebuat piring berbahan plastik, menyani, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bagi Meydiya, hal tersebut bukanlah pekerjaan “iseng-isengan” semata. Tetapi semua yang sedang dilakukannya merupakan hobynya sejak dulu bahkan sejak duduk di bangku siswa SMP Meydiya hoby menyanyi, Jelasnya. Oleh karena itu kreatifitas yang dilakukan meydiya dalam hal ini setidaknya menjadi reperesentasi sebuah karya dia selaku pemuda yang bersifat baik, serta mampu melahirkan manfaat bagi pemuda-pemuda lainnya.

Baca Juga  Kader Harus Siap Hadapi MEA

Penulis adalah Sekretaris Umum PC PMII Kota Mataram

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *