Press "Enter" to skip to content

Marwan Ajak Kampus Berperan Aktif Bangun Desa

MALANG – Problematika masyarakat desa masih didominasi oleh minimnya infrastruktur, rendahnya perekonomian, dan kurang tersedianya sumberdaya manusia yg terlatih dan terdidik.

Demikian diungkapkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, dalam acara Sosialisasi Pembangunan dan Pengembangan Desa Mandiri, di Universitas Islam Malang.

Menyadari kondisi tersebut, lanjut Marwan, diperlukan langkah-langkah taktis yang inovatif untuk mengatasi kesenjangan pembangunan sumberdaya manusia di desa-desa.

“Salah satunya dengan memberdayakan masyarakat desa melalui fasilitasi terjadinya transformasi sosial, pengembangan kelompok dan teknologi pastisipatif,” urai Marwan.

Selain itu, secara pendekatan Tri Dharma dalam pemberdayaan dan kemandirian desa dengan melakukan pengembangan SDM desa dan modalitas teknologi dan sosial desa.

“Dengan partisipasi aktif para akademisi, diharapkan mampu ikut serta mendongkrak kualitas SDM desa. Sehingga, keinginan desa mandiri dapat sesegara mungkin tercapai,” ujarnya.

Menteri Marwan menambahkan, peran kampus untuk memberdayakan desa sangat startegis kedepan. Oleh karena itu, para alumni kampus harus mampu memberdayakan potensi desa yang ada.

“Kebanyakan alumni kampus di kota-kota besar enggan kembali ke desa. Padahal, desa sangat membutuhkan alumni perguruan tinggi untuk bisa memaksimalkan potensi desa yang ada,” tandasnya.

Kedepan, Menteri Marwan mengaku akan melibatkan kampus dalam pemberdayaan desa. Salah satunya, dengan melibatkan kampus dalam beberapa program prioritas seperti pembentukan BUMDes, Desa Mandiri dan Pendampingan desa.

Selain memberikan pengarahan, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU tentang pemberdayaan masyarakat desa antara Kemendes PDT dan Transmigrasi dengan Universitas Kanjuruhan Malang.

“Semoga dengan MoU dapat mengikutsertakan Unisma secara aktif,” harap Marwan.(Riz)

Baca Juga  PMII Gorontalo Songsong ASEAN Community

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *