Press "Enter" to skip to content

Mahasiswa dan DPRD Sepakat Panggil 3 Kepala Dinas

Madina-Menyikapi pernyataan dan tuntutan pengunjuk rasa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah belum bisa membuat sikap yang tegas, alasannya karena hingga Kamis (2/10) alat kelengkapan dewan belum disyahkan. Sebelumnya, Kantor DPRD didatangi pengunjuk rasa dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Mandailing Natal.

Ada 9 orang anggota DPRD Madina yang menerima pengunjuk rasa dan berdiskusi di ruang paripurna DPRD. Mereka adalah Bahri Efendi, Wildan Nasution, Erwin Efendi Nasution, Teguh W Hasahatan, M Rahim, M Daud, Ahmad Arjun, Hamzah Lubis, dan Syahriwan Kocu.

Satu persatu anggota dewan memberikan tanggapan yang hampir sama hanya penyampaian yang berbeda, yaitu mereka mengaku belum bisa berbuat banyak karena alat kelengkapan belum disyahkan. “Pak bupati bersama kadis2 yg disebutkan sdg tdk berada di panyabungan, mereka sdg berada di Kotanopan. Jadi mengenai pernyataan sikap PMII Madina, perlu kami jelaskan, bahwa smpai hri ini kami yang hadir ini masih dalam status anggota DPRD, kami belum bisa berbuat banyak karena alat kelengkapan belum disyahkan. Namun, kebiasaannya apa yang menjadi tuntutan ini akan kami tindaklanjuti nanti,” ucap Wildan Nasution.

Sementara anggota dewan yang lain berkata “Ini sejarah pertama bagi kami menerima pengunjukrasa di masa jabatan kami yang masih seumur jagung, ini adalah tantangan bagi kami dalam mengemban amanah rakyat, karena kami tahu apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa ini merupakan keluhan masyarakat Madina, karena itulah kami siap menindaklanjuti aspirasi ini setelah alat kelengkapan dewan terbentuk supaya sfesifikasi tugas kami itu lebih jelas nantinya,” ujar Teguh.

Setelah mendengar tanggapan para anggota dewan itu, meski pada prinsipnya pengunjukrasa mengaku tidak menerima alasan-alasan anggota dewan yang pada intinya tidak bisa menghadirkan tiga pimpinan SKPD yang mereka maksud. Tetapi, para mahasiswa juga menghargai keterbatasan yang dihadapi dewan. Sehingga atas kesepakatan bersama terbentuklah suatu keputusan untuk menghadirkan Kadis Kesehatan, Kadis Pertanian dan Peternakan, serta Kadis kelautan dan perikanan untuk Rapat Dengar Pendapat yang dijadwalkan hari Senin (13/10) mendatang. Surat itu ditandatangani 9 anggota dewan yang hadir dan PC PMII Madina. (wan)

Baca Juga  PMII Wonosobo Demo DPRD Tolak Revisi UU MD3

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *