Press "Enter" to skip to content

KTT APEC, PB PMII Pertanyakan Kapasitas CSIS

Presiden Jokowi melakukan kunjungan luar negeri untuk pertama kalinya. Kunjungan pertama ke Tiongkok dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC). Perjalanan ke luar negeri dengan jumlah personil yang sedikit. Hal tersebut dalam rangka penghematan biaya perjalanan dinas, begitu spirit pemerintahan baru ini. Namun, bersama dengan pemangkasan biaya justru turut serta dalam rombongan bukan hanya sebagai utusan lembaga Negara.

“Ikut dalam rombongan Presiden, selain putrinya, Kahiyang Ayu, juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan daerah Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto, dan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies” tulis Kompas, Minggu (9/10).

Dalam hali ini, PB PMII mempertanyakan kapasitas Direktur CSIS yang turut serta dalam romongan tersebut. Karena CSIS bukanlah lembaga Negara. “Apa kapasitas CSIS dalam KTT APEC?,” kata Erfandi Ketua PB PMII Bidang Aparatur dan Penataan Organisasi.

Lebih lanjut Erfan menyampaikan kekhawatirannya. Pertama tidak sejalan dengan spirit penghematan, kedua pembangunan Indonesia kedepan justru di hegemoni oleh CSIS. “Jelas ikut sertanya Direktur CSIS bertentangan dengan spirit penghematan yang dicabangkan pemerintahan Jokowi. Kemudian yang mengkhawatirkan adalah pembangunan Indonesia ke depan justru di bawah kendali CSIS,” kata Erfan.

Kedepan, Jokowi diharapkan Jokowi lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Sebelumnya terjadi simpang siur terkait sumber dana kartu sakti yang menjadi kebijakan pertama pemerintah. “Kedepan, Jokowi harap lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan,” tutup Alumnus Pascasarjanan Hukum Tata Negara ini.

Baca Juga  PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD dan Bangun RS

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *