Kedepankan Pembangunan Berbasis Lingkungan

Sarif Susanto

Masyarakat Indonesia secara umum masih dapat dikategorikan lebih akrab dengan lingkungan alamnya dari pada dengan lingkungan tekhnologi (Sorjani, 1987). Kondisi alam masih sangat dominan mempengaruhi kehidupan masyarakat dari pada upaya tekhnologi. Perkembangan tekhnologi dalam pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya  bagi kesejahteraan rakyat dengan tetap memperrhatikan tingkat kelestarian lingkungan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk generasi berikutnya.

Penggunaan tekhnologi  dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam haruslah seksama dan tepat sehingga mutu dan kelestarian  sumber daya alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan  untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan.

Dalam pengelolaan lingkungan hidup agar dapat memberikan jaminan terhadap pelestarian dan keseimbangan maka untuk menumbuhkan kemampuan  dalam menangani lingkungan hidup tersebut dimulai dengan membentuk pusat-pusat  study lingkungan hidup, biro kependudukan dan lingkungan hidup. (Rozy Munir, 1987).

Disadari sepenuhnya bahwa kegiatan pembangunan apalagi yang bersifat fisik dan berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam jelas mengandung resiko terjadinya perubahan ekosistem yang selanjutnya akan berdampak, baik yang bersifat negatif maupun yang positif. Oleh karena itu, kegiatan pembangunan kedepan seharusnya selain berwawasan sosial dan ekonomi juga harus berwawasan lingkungan.

Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup.

Agar pembangunan yang berwawasan lingkungan ini dapat berjalan dengan baik, maka pembangunan tersebut perlu memiliki pandangan jauh ke depan yang dirumuskan sebagai visi pembangunan. Dan dapat diimplementasikan ke dalam pembangunan jangka panjang  secara ideal serta berorientasi kepada kepentingan seluruh rakyat. Visi pembangunan tersebut  adalah tercapainya peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat melalui: pengembangan kecerdasan, pengembangan teknologi, ketrampilan dan moral pembangunan sumber daya manusia yang tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta seni untuk mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkesinambungan.

Baca Juga  PMII Sampit Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Teluk Dalam

Dewasa ini Pola hidup masyarakat modern telah membuat pembangunan sangat eksploitatif terhadap sumber daya alam dan mengancam kehidupan. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan produksi terbukti membuahkan perbaikan ekonomi, tetapi gagal di bidang sosial dan lingkungan. Seperti , meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya areal hutan serta musnahnya berbagai spesies dan keanekaragaman hayati.

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) masa khidmat 2014-2016  melalui Bidang Kajian Lingkungan Hidup dan Kawasan Agraris,  dalam salah satu programnya adalah mendorong pemerintah untuk setiap kegiatan yang bersifat pembangunan dalam Sumber Daya Alam agar menggunakan konsep  “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi yang akan datang”.

Ditulis oleh Syarif Susanto (Ketua PB PMII Bidang Kajian Lingkungan Hidup dan Kawasan Agraris)

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *