Kampus, Masjid dan Pesantren Harus Jadi Ruang Gerak Kader

1423735200

KUDUS – Kampus, masjid dan pesantren diharapkan menjadi garapan PMII. Ketiga tempat tersebut disinyalir mulai ditinggalkan kader-kader PMII yang keasyikan di ruang lain. Memang ruang lain tetap perlu menjadi garapan tetapi tidak boleh melupakan ketiga tempat yang menjadi identitas mahasiswa NU.

Hal itu disampaikan Ahmad Riduan Hasibuan, Bendahara Umum PB PMII dalam sambutannya pada pelantikan PC PMII Kabupaten Kudus, Rabu (11/2) di aula Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cendikia Utama. “Kembalinya kita kepada tiga tempat di atas adalah sebagai bentuk penyelamatan PMII dan penyelamatan NU ke depannya,” kata Riduan

Ia menilai, selama ini kader PMII jarang masuk ke dalam struktur NU. Salah satu sebebanya karena kader PMII tidak memenuhi kriteria sebagai ulama NU. Selain itu, juga keengganan kader PMII secara pribadi.

Oleh karena itu kader PMII perlu kembali mendalami intelektualitas keagamaan, meski study akademiknya bukan pada bidang tersebut. Salah satu indikatornya yaitu dengan kembali mengaji di pesantren.

Pelantikan PC PMII Kabupaten Kudus kemarin, ditutup dengan pertunjukan seni tari Kretek oleh tim teater Gerak 11. Pelantikan yang dihadiri juga oleh perwakilan pelajar di Kudus ini dirangkai dengan seminar regional bertajuk “Indonesia; Menyongsong ASEAN Community 2015”.(Maq)

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone
Baca Juga  PBB "Marah" dengan Komentar Biksu Myanmar

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *