Press "Enter" to skip to content

Intelektual Muda NU Bahas Tari Saman di Turki

1423552459

KEYSERIIntelektual muda NU asal Aceh, Azman, S.Sos.I, M.I.Kom tampil membahas Tari Saman pada diskusi yang digelar dalam rangka Harlah ke-89 NU yang diselenggarakan oleh PCI NU Turki di Gedung Melikgazi Kulturu Merkezi, Kota Kayseri, Turki. Kegiatan yang berlangsung Senin-Rabu (2-4/2) lalu ini bertajuk Pengajian Akbar dan Rampak Budaya Indonesia-Turki.

“Azman yang juga salah satu Pengurus Cabang PMII Banda Aceh ini mengupas tari saman sebagai representasi seni Islam dalam penyebaran pesan-pesan dakwah,” ujar Ketua Panitia Deo Adinda.

Ditambahkan, Harlah kali ini sengaja mengeksplorasi aspek-aspek kultural agama Islam di Indonesia, semua peraga dan identitas tradisional keagamaan khususnya yang dipraktikkan oleh warga nahdhiyin ditampilkan secara maksimal oleh panitia.

“Banyak informasi dan pengetahuan baru tentang Tari Saman yang jarang sekali dihadirkan ke publik Indonesia, mulai dari nama tarian yang ada di Aceh dan aturan dalam tari saman serta pesan-pesan dakwah dalam setiap tarian,” tutur Deo.

Sementara itu, Azman mengatakan, dalam pembukaan tarian saman, penari menyampaikan kalimat tauhid berupa kata ‘La ilaha ilallah’ tari saman tidak sebatas gerak yang serempak dan cepat mampu menarik perhatian.

“Namun juga menyampaikan berbagai kritikan sosial dan budaya, dan ajakan untuk melaksanakan syariat Islam,” ujar mahasiswa program doktor di Universitas Erciyes, Kayseri Turki ini.

Pria yang juga praktisi dan pelatih tari tradisional Aceh ini menambahkan, pengetahuan dan praktik Tari Saman yang benar menurut prinsip dan syarat tarian harus disampaikan ke publik secara lengkap agar tidak ada kesalahpahaman dan menghilangkan identitasnya.

Bagi Azman, pengetahuan dasar tentang tarian Saman yang sudah sangat populer di Turki ataupun tarian lain yang mulai ditampilkan dalam acara Endonezya Tanitim Programi (Acara Pengenalan Indonesia) harus disampaikan di tengah-tengah para pelajar Turki.

Baca Juga  Menyoal Redependensi PMII-NU

“Agar kita sebagai duta budaya Indonesia mengerti dan paham lebih dulu terhadap Tari Saman ataupun tari-tari lain dari Indonesia,” tandas Dosen Komunikasi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Aceh ini. (Nat Riwat/Fathoni) 

Sumber: nu.or.id

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *