Indonesia Dukung Perdamaian di Timur Tengah

IMG_2379

DEPOK – Pada Kamis dan Jum’at (30-31/10) dilaksnakan seminar di Pondok Pesantren Al-Hikam Depok. Seminar membahas terkait perdmaian proses demokratisasi di Timur Tengah. Hadir dalam seminar tersebut diantaranya ada Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Luar Negeri Hasan Wira Yuda.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Agama menegaskan Indonesia sebagai negara mayoritas muslim dan di tengah era globalisasi harus ikut dalam menindaklanjuti konflik dan demokratisasi timur tengah.

Menurutnya isu ini penting didalami meskipun konflik demokratisasi terjadi di Timur Tengah dan bukan di tanah air, tetapi Indonesia wajib aktif di tengah era globalisasi.

“Dimana Indonesia sudah mengglobal, tak lagi secara rigid batasan wilayah kaku. Globalisasi membuat kita hidup di wilayah dunia. Di timur tengah dan konflik tentu langsung maupun tak langsung bawa implikasi hidup ditanah air,” jelasnya.

Lukman menambahkan banyak titik – titik kelemahan demokrasi dimana perbedaan adalah alami dan niscaya. Demokrasi, kata dia, memberi jalan keluar dalam menghadapi perbedaan yang disikapi lebih bermartabat.

“Meskipun ini tema internasional, globalisasi hidup tanpa batas. Indonesia miliki pengalaman cukup untuk menghadapi perbedaan dalam konteks agama dengan negara, dalam konteks menata kehidupan bersama, miliki paham kehidupan berbeda-beda,” lanjutnya.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi mengungkapkan kawasan timur tengah memiliki arti mendalam bagi Indonesia. Sebab banyak mahasiswa Indonesia, tenaga kerja, hingga ratusan ribu jamaah haji setiap tahunnya menyambangi timur tengah.

Retno menilai dari sisi perekonomian Timur Tengah juga menjadi pasar yang harus diperkuat berdayakan perekonomian bangsa. Arti penting timur tengah dalam politik luar negeri Indonesia didasarkan pada strategi 4 pilar utama.

Baca Juga  Bedah Buku Ini Digelar Interaktif dan Menarik

“Kawasan timur tengah kita berharap sebagai kawasan damai berimbas positif warga negara Indonesia disana. Kawasan demokratis bebas dari senjata nuklir dan pemusnah masal lainnya dan menjadi investasi,” jelasnya.

Tak saja berpengaruh positif, kata Retno, pengaruh dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina juga disampaikan secara menyeluruh. Perkembangan kawasan global, lanjutnya, juga sangat dinamis di timur tengah.

“Negara mulai bangkit gelar pemilu. Aljazair, Tunisia, Irak dan Mesir jalankan pemerintahan baru. Isu Palestina juga selalu kita ikuti,” ungkapnya.

Retno menambahkan Indonesia melakukan upaya mengehentikan aksi kekerasan dengan aktif di dalam OKI dan Non blok. Indonesia, kata dia, aktif mencari solusi untuk hentikan serangan Israel.

“Indonesia senantiasa mendukung perdamaian di timur tengah. Dalam 5 tahun terakhir kita jajaki 128 program peningkatan kapasitas, dimanfaatkan lebih dari 1257 org. Program kerjasama UMKM, perpajakan, finance, pertanian, kesehatan,” tandasnya

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *