
(7 KABUPATEN/ KOTA )
PKC PMII Kalimantan Selatan dan Rumah Kreatif Indonesia
Pemilihan Kepala Daerah Kalimantan Selatan pada hari ini tanggal 2 juni 2010 tentunya sangat menarik untuk di analisa dan dikaji, momen ini selain menjadi hal yang sangat menetukan masa depan Banua namun bagi kami juga menjadi hal yang penting untuk di jadikan objek dalam berbagai pendekatan Ilmu Sosial Politik.
Tumbuh suburnya lembaga-lembaga penelitian (survey) yang konsen terhadap masalah Perpolitikan tentunya menyajikan data yang beragam kepada public dan apabila dikaitkn dengan hasil Pemilukada pada hari ini tanggal 2 Juni 2010 maka terdapat beragam metode yang digunakan untuk mempercepat mengetahui data hasil akhir perolehan suara, salah satu yang paling kita kenal adalah quick count. Dengan menggunakan beberapa sample dari TPS yang tersebar di Kalimantan Selatan dan kemudian reportnya dapat dipercepat melalui media ITC (SMS) maka public dapat melihat gambaran hasil Perolehan suara secara cepat dalam bentuk prediksi hasil suara dari lembaga-lembaga penelitian (survey). Meski cenderung berbeda antara satu lembaga penelitian yang satu dengan lembaga penelitian yang lain terkait hasil pendekatan model ini.
Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat maka analisa penelitian terkait hasil akhir dari Pemilu menjadi semakin cepat dan akurat, untuk itulah maka untuk mempermudah itu dan mencoba merubah pakem pendekatan-pendekatan metode penelitian hasil akhir dari Pemilu. maka kami dari PKC PMII Kalimantan Selatan berusaha memaksimalkan teknologi yang dimiliki agar kita dapat memperoleh hasil akhir yang lebih real dan akurat dengan IT support dari Rumah Kreatif Indonesia yang menjadi partner kami dalam melakukan real count ini.
“Salah satu pendekatan yang kami gunakan adalah dengan model real count. Perbedaan model pendekatan ini dengan quick count hanya pada jumlah TPS, kalau quick count menggunakan sample (sebagian dari populasi ) maka berbeda dengan real Count, real count menginput data dari semua TPS yang ada di Kalimantan Selatan sehingga boleh dikatakan data hasil real count kami, tidak jauh berbeda dengan hasil penghitungan manual yang dilakukan oleh KPU kata Bunyamin, Ketua Umum PKC PMII Kalimantan Selatan”.
Namun harus kami akui apabila metode real count mendapati kendala yang sangat besar terutama berkaitan dengan dana dan jumlah relawan yang diterjunkan untuk report hasil perolehan suara dari setiap TPS yang tersebar di Kalimantan Selatan. Karena kendala inilah maka kami kemudian meliput hasil perolehan di 7 kab/ kota yaitu: Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kab. Banjar, Kab. HST, Kab. HSU, Kab. Tabalong, dan Kab. Kotabaru karena hanya di tujuh Kab/ Kota itu PMII memiliki basis massa yang kuat sehingga memudahkan untuk merekrut relawan untuk report hasil di 7 Kab/ kota tersebut.
Pada Kegiatan real count ini kami menerjunkan 838 relawan yang melakukan pelaporan hasil penghitungan suara di 5.302 TPS. Berkaitan dengan pendanaan kegiatan real count kami, kami mendapatkanya dari pihak donator yang tidak mengikat, salah satunya dari masyarakat dan alumni PMII yang punya interest terhadap hasil Pemilukada Gubernur Kalimantan Selata 2010.
Dari hasil tabulasi suara masuk 670.623 pasangan Khawal memperoleh suara 24.020 (3.58 %), Safa 78.664(11.73), Dua Rudy 330.645 (49.30), Rossa 109.493 (16.33%), ZA 127.801 (19.06 %)
Dari hasil real count yang kami lakukan di 7 Kab/ Kota dapat dijadikan informasi untuk masyarakat dan sebagai data pembanding terhadap hasil quick count yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survey (peneiltian) lain yang sama dalam melihat hasil perolehan suara di Pemilukada Propinsi Kalimantan Selatan Tahun 2010.
Dengan kegiatan ini besar harapan kami agar proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar di banua kita sehingga hal hal yang tidak diinginkan dapat kita hindari bersama. Ending dari kegiatan ini tentunya selain untuk kepentingan Ilmiah juga diharapakan dapat memberikan satu rasa aman terkait hasil-hasil perolehan suara Pemilukada Kalsel.
Tidak lupa pula kami ucapkan terimaksih kepada semua pihak yang mensuport acara pada hari ini, Alumni PMII, Para relawan yang tergabung dalam real count, dan kawan-kawan media cetak dan elektronik, lokal maupun nasional.
Akhir kata kami berharap, semoga kontribusi positif kami dalam memberikan kemampuan terbaik pada proses demokrasi di tanah Banua, akan memberikan dampak positif bagi kesejahtearaan masyarakat di Kalimantan Selatan.(*)