Mahasiswa dan Pemuda Maluku Ancan Boikot GPD
Pengumuman Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II menuai protes. Merasa kecewa dengan formasi menteri yang tidak mengakomodir tokoh Maluku, ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Maluku bersama Kelompok Cipayung lainnya (HMI, IMM, GMKI, PMKRI, GMNI) dan DPD KNPI serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Maluku menggelar aksi unjuk rasa.
Berdasar laporan Muhammad Nur Tapessy, kontributor CyberPMII di Ambon, aksi unjuk rasa mahasiswa dan pemuda Maluku itu digelar Kamis (22/10) di Kantor Gubernur Maluku dan Bandar Udara Pattimura Ambon. Massa juga sempat memblokir jalan menuju bandara.Akibatnya, aksi yang dilakukan sejak pukul 05.00 waktu setempat itu sempat memicu kericuhan antara mahasiswa dengan aparat keamanan serta para penumpang yang akan berangkat menuju Bandara Pattimura.
Dalam orasinya, massa menuntut agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merevisi kembali Kabinet yang dibentuknya dan memberi tempat yang layak bagi tokoh Maluku seperti yang dijanjikannya saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) Juli lalu. ”Presiden tidak menepati janjinya. Kalau seperti ini , SBY sendiri yang melahirkan kelompok separatis,“ ujar seorang orator.
Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Mijahidin Arey menilai, tidak terakomodirnya putra terbaik Maluku dalam kabinet menjadi preseden buruk bagi kepemimpinan SBY lima tahun ke depan. “Ini akan memunculkan benih-benih disintegrasi,” ungkapnya.
Massa aksi menuntut pemerintah Provinsi Maluku menyikapi aspirasi mereka dan menyampaikannya kepada Pemerintah Pusat. Jika tidak ada respon, mereka mengancam akan menggagalkan program Gong Perdamaian Dunia (GPD) yang digelar pada 15 November 2009 mendatang.(*)