Semarang - Ratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjukrasa menolak pelantikan SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Dalam aksinya mereka menggelar salat gaib.
"Ini sebagai simbol matinya demokrasi!" kata korlap aksi, Ainur, disambut teriakan "hidup mahasiswa".
Aksi digelar di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl. Pahlawan, Selasa (20/10/2009). Puluhan polisi mengawal aksi tersebut. Meski diganggu kebisingan jalan raya, shalat gaib berlangsung khusyuk. Salah satu memimpin, sisanya mengikuti. Beberapa poster yang dibawa bertuliskan, "Stop Dramatisasi Politik", "Selamat Datang Kabinet Sinetron", dan lain-lain.
Sebelumnya, para mahasiswa sempat adu dorong dengan polisi. Bahkan beberapa mahasiswa mendapat bogem. Pasalnya, polisi menilai aksi itu terlalu memenuhi jalan, sehingga arus lalulintas terganggu. Aksi berakhir pukul 11.00 WIB. Mereka meninggalkan lokasi dengan tertib.
Selain PMII, aksi serupa juga digelar Persatuan Organ Mahasiswa Semarang (POROS). Setelah bergabung dengan PMII, aktivis POROS menuju kantor DPRD yang jaraknya hanya 50 meter dari Bundaran Air Mancur. (try/djo)
Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/10/20/112901/1224747/10/kecam-pelantikan-sby-boediono-aktivis-pmii-shalat-gaib