Ikhtiar Kaderisasi utk Bangsa, Agama dan Indonesia

Tepat dihari minggu , 26 November 2017 PKL III PKC PMII Banten telah resmi ditutup.Agenda kaderisasi formal yang telah dilaksanakan sejak hari rabu, 22 November 2017. Sebagai organisasi kaderisasi tentu menjadi sebuah amanah bagi pelaku (structural) untuk terus memperbaharui kualitas sumber daya anggota. Dengan tema “Kader Mujtahid sebagai Penegak agama dan Pelestari Budaya untuk NKRI Jaya” kami berkeyakinan antara Agama dan Budaya tidak dapat dipisahkan bahkan saling melengkapi, itulah kenapa muncul istilah “Islam Nusantara”. Islam yang telah mengalami “Pribumisasi”.Akulturasi social dan budaya telah mempengaruhi kebiasaan cara hidup masyarakat Indonesia .Sehingga sesuai dengan kepribadian dan mejadi identitas jati diri bangsa Indonesia.

Bahwsannya Kader Mujtahid bisa terus mengkampanyekan Islam Nusantara di masing–masing cabang. Islam yang berkarakter ramah, anti kekerasan, toleran, menghargai tradisi serta komitmen dalam menjaga nilai–nilai kebangsaan yang termaktub dalam Pancasila. Para kader mujtahid berkewajiban untuk terus meneruskan cita – cita founding father, para pendiri negara ini.Tak ubahnya Negara yang dibangun oleh Rosulullah SAW dimadinah, membangun negaraperdamaiandankesatuan, Negara Darussalam bukan darul Islam. Dengan piagammadinah, tidak mengedapankan islam semata tetapi persatuan dan kesatuan. Dan kader Mujtahid harus terus memastikan tidak ada ruang bagi yang memaksakan diri untuk mengganti Pancasila, UUD 45, NKR dan Bhineka Tunggal Ika dari Indonesia.

Kaderisasi bisa di ibaratkan sebagai jantungnya sebuah organisasi, bisa dibayangkan bila suatu organisasi tidak melakukan agenda kaderisasi, sulit rasanya untuk bergerak apalagi berkembang. Karena kaderisasilah yang melahirkan embrio – embrio baru yang akan memegang tongkat estafeta organisasi. PKL merupakan kebutuhan primer yang tak bisa dipungkiri menjadi bagian Integral demi keberlangsungan organisasi.

Ditengah dinamika Global yang telah menyerbu bangsa maka penguatan Agenda–agenda kaderisas iharus terus diselenggarakan, bukan hanya ceremonial belaka, bukan hanya sekeda radu gengsi atau saling menguji nalar berfikir kader bukan pula agenda konsolidasi politik. Dengan adanya siklus, dimana semua proses pasti akan terus berulang–ulang dan silih berganti, maka “Ijtihad Kaderisasi” membutuhkan langkah–langkah cepat dan akurat, membutuhkan gagasan yang kreatif bukan adiptif. Bung Hatta pernah bertutur “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit.Untuk menghasilkan pemimpin bangsa dimasa depan ,pemimpin dimasanya harus menanam”

Baca Juga  Tim FHUI Inspirasi bagi Mahasiswa Indonesia

Sebelum coretan ini selesai, maka izinkalah saya mewakili seluruh kepanitiaan PKL III PKC PMII Banten mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang terlah berpartisipasi secara aktif baik dari BPH PKC, Senior dan Alumni, Tim Kaderisasi PB PMII, Anggotadan Kader serta yang lain – lain yang tidak bisa disebutkan satu – persatu. Terima kasih atas supportnya, terima kasih atas kritikan yang telah disampaikan baik secara langsung (Via Media Maya). Dan kami berharap embrio – embrio baru Kader Mujtahid terus berkontribusi nyata untuk Bangsa, Agama dan Organisasi. SelamatMengabdi….

ASEP NAJMUTSAKIB

 

Panitia Pelaksana

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *