Press "Enter" to skip to content

Harlah 55, PMII Siap Bentengi Indonesia dari Gerakan Islam Radikal

SALEMBA TENGAH – Jelang harlah PMII ke 55th, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar launching Muktamar Pergerakan yang akan diselenggarakn di Surabaya pada tanggal 15-18 April nanti.

Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’ruf menjelaskan, Muktamar Pergerakan dengan tema ‘Pembela Bangsa-Penegak Agama’ ingin mengukuhkan peran PMII sebagai garda depan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Islam rahmatan lil alamin.

“Nanti muktamar pergerakan akan digelar di Masjid Al-Akbar Surabaya. Dengan Tema ‘pembela bangsa penegak agama’ yang kita ambil dari bait mars PMII yang memiliki makna yang sangat mendalam,” ujar Aminuddin Ma’ruf dalam Launching Mukatamar Pergerakan yang diselenggarakan di PB PMII, Rabu (1/4).

Sebagai kader PMII yang memegang teguh ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah, Amin yakin jutaan kader PMII di seluruh Indonesia mampu  membentengi Indonesia dari berbagai persoalan yang hadir saat ini.

“Garis perjuangan PMII jelas, meyakini Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, Pancasila, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga PMII siap menjadi benteng Indonesia untuk menghadang gerakan radikal yang saat ini muncul di Indonesia,” tandasnya.

Amin menambahkan, PMII yang mempunyai jutaan kader yang tersebar di seluruh Indonesia, memastikan bahwa kampus bebas dari paham radikalisme agama. Oleh karena itu, PB PMII menyerukan kepada seluruh kadernya untuk memperingati harlah PMII ke 55th di kampus, masjid, dan pesantren.

“Pastikan tempat-tempat itu menjadi garda terdepan sebagai Pembela Bangsa Penegak Agama,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua panitia Muktamar Pergerakan PB PMII, Mukaffi Makki memastikan acara yang akan dihadiri oleh 30.000 kader PMII tersebut juga akan dihadiri oleh beberapa kiai, alim ulama dan tokoh-tokoh bangsa yang lainnya.

Baca Juga  Tolak UU MD3 , PMII Pontianak desak presiden segera keluarkan Perpu pengganti UU MD3

“Insyaallah bapak Presiden akan hadir dalam acara tersebut, dan beberapa kiai-kiai khos di seluruh Jawa,” ujar Mukaffi.

Mukafi menjelaskan, Muktamar Pergerakan yang diselenggarakan di Surabaya tersebut juga sebagai wujud napak tilas PMII yang dilahirkan di Surabaya 55 tahun silam.(Riz/Maq)

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *