Press "Enter" to skip to content

Hanif: PMII Hari ini, Pemimpin NU dan Bangsa Nanti

MATARAM – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Konsolidasi Nasional dan wokshop Kaderisasi Region Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Pagutan, Mataram.

Kegiatan pada (19/2) tersebut dibuka Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia H. Muh. Hanif Dakhiri. Pada pidatonya, ia lebih banyak membicarakan keberlangsungan jama’ah NU dan kader penerusnya di masa yang akan datang.

Ia menyebut keberadaan PMII hari ini adalah untuk mempersiapkan generasi yang akan memimpin NU dan bangsa di masa yang akan datang. “Tentunya sebagai kader PMII harus terus menjaga tradisi-tradisi luhur,” kata menteri yang juga Sekretaris Jendral Ikatan Alumni PMII ini.

Ia menambahkan, NU sebagai salah satu pendiri bangsa ini, tentunya memiliki hak untuk memimpin ke depan, tetapi tidak serta-merta karena mendengungkan hak ini kita mendapatkannya, melainkan kita sendirilah yang harus menjemput hak itu di kemudian hari.

“Maka dari itu PMII sebagai kader muda NU harus tetap dalam koridor NU demi mencetak generasi yang berkualitas dan mengabdi untuk bangsa dan negara dengan faham Ahlissunah wal Jama’ah,” katanya.

Kemudian Fairuzzabadi berpidato mewakili PCNU Kota Mataram dengan menyoroti pendidikan. Ia mengajak kepada semua warga masyarakat untuk selalu bangga dengan sekolah swasta.

Sebab, menurutnya, hanya 6,3% pendidikan yang ada Indonesia dibuat dan dikelola oleh pemerintah, sementara sekitar 93,7% pusat pendidikan dikelola dan didirikan oleh swasta yang dalam hal ini adalah masyarakat. “Tentunya para elit pejabat mestinya harus tetap menjaga pendidikan-pendidikan swasta ini,” katanya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, negara ini tidak akan seperti sekarang ini jika tidak peran serta dari masayarakat, khususnya pendirian pusat pendidikan seperti pondok pesantren.

Baca Juga  PMII Bandung Siap Bersinergi dengan NU

Ketua Umum PB PMII Aminudin Ma’ruf menjelaskan kenapa konsolnas kaderisasi PMII dilaksanakan di pondok pesantren. Menurut dia, sebagai kader NU, PMII harus melestarikan budaya-budaya Ahlissunah wal Jama’ah dengan melakukan semua rutinitas kaderisasi ke pondok-pondok pesantren.

Ketua umum yang beberapa bulan kemarin terpilih di Kongres PMII Jambi memberikan instruksi kepada seluruh pengurus di semua tingkatan di wilayah Kordinator Cabang Bali-Nusra untuk kembali ke pondok pesantren. “Kita adalah anak kader muda yang akan menjadi penerus NU di masa depan, tentunya harus kembali dengan tradisi NU” ungkapnya.

Pada pembukaan kegiatan yang digelar 2 hari ini diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari tamu undangan, masyarakat sekitar dan seluruh kader dan anggota PMII se-Nusra Bali.(Yas Arman Prayatna/Maq)

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *