Press "Enter" to skip to content

Gotong Royong, Solusi Penyelesaian Problem Bangsa

gotong royong

Ditengah hingar bingar penolakan kenaikan harga BBM, serta problematika bangsa yang belum juga habis dan justru semakin bertambah. Belum juga terlihat program revolusi mental yang digembar-gemborkan Presiden Jokowi saat kampanye. Agaknya semua elemen bangsa juga perlu melakukan introspeksi diri. Kita perlu kembali pada sebuah konsepsi negara Indonesia yang sebenarnya. Sebab tanpa kembali ke konsepsi negara pancasila, sulit rasanya problmetika bangsa ini terselesaikan.

Gotong royong sebagai konsepsi hidup berbangsa, agaknya mulai luntur di masyarakat. Kita hanya bisa menjadi penonton dan masyarakat apatis, yang mampu dilakukan hanya mengumpat kiri dan kanan. Inilah salah satu tidak akan pernah selesainya berbagai problematika yang dihadapi bangsa Indonesia.

Namun apalah daya, masyarakat Indonesia semakin kesini menjadi lebih apatis dan telah lupa dengan kawan sendiri, sebangsa dan setanah air. Keadaan ini yang dapat kita lihat dengan persoalan sosial yang terus menggurita.

Dalam pikiran saya, membangun dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi tanpa adanya kerjasama antar elemen bangsa sama saja bohong. Lihat saja semua kebijakan yang tidak pernah berjalan mulus karena tidak ada saling membantu satu sama lain. Seharusnya pada waktu sekarang, kita sudah semakin dewasa dalam berdemokrasi.

Gotong royong merupakan jurus jitu penyelesaian problem bangsa, dan itulah konsepsi dasar negara “Pancasila”. Sebagaimana disampaikan Proklamator Soekarno dalam pidatonya, masa silam sering mengatakan bahwa dasar negara kita bernama Pancasila. Tapi bila lima sila itu masih terlalu banyak maka dapat diperah menjadi Tri sila. Bila Tri sila masih diperdebatkan maka semua sila dapat diperas menjadi satu yaitu “gotong royong”. Inilah Indonesia yang sebenarnya, sebagaimana penggalian yang dilakukan oleh proklamator dan para pendiri bangsa selama masa perjuangnnya.

Baca Juga  PMII di 56 Tahun “PMII Ayo Tarung!”

Fikri Fawaid (Kader PMII Komisariat Universitas Gajah Mada)

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *