Written by Arif Taufiq Nurrachman Aziez Saturday, 16 July 2011 14:20
Oleh : Arif Taufiq Nurrachman Aziez

“…Sampai kapan mimpi itu kita beli, sampai nanti sampai habis terjual harga diri…..Sampai nanti, sampai kita tak bisa bermimpi” (Iwan Fals)
Akankah menjadi mimpi yang terbeli?, tidak bermaksud menunjukkan keputus-asaan. Tetapi menyadarkan kita bahwa mimpi besar perlindungan kehidupan sosial rakyat Indonesia masih belum terwujud, karena Rancangan Undang Undang (RUU) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sampai sekarang belum ditetapkan DPR bersama Pemerintah.
BPJS merupakan sebuah lembaga baru yang dirancang untuk memberikan program jaminan sosial kepada masyarakat, bersifat nirlaba, dana amanah, bersifat nasional, akuntabel, transparan, dengan portabilitas. Pembentukan lembaga ini merupakan amanah UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. UU ini menjadi tonggak reformasi jaminan sosial di Indonesia, dimana negara memberikan jaminan sosial meliputi: Jaminan Kesehatan (JK), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM).
Written by AFRIOGA FELMI SYARGAWI Monday, 11 July 2011 14:32
OLEH: AFRIOGA FELMI SYARGAWI*
Bangsa indonesia akhir-akhir ini mengalami dekadensi moral yang amat parah, kalau boleh dibilang sudah memasuki tahap stadium empat. Mulai dari permasalahan hancurnya nilai-nilai moral, merebaknya ketidakadilan, tipisnya rasa solidaritas, krisis kepemimpinan dan semakin merajalelanya praktek Korupsi yang dapat menghancurkan bangsa ini. Berbagai kejadian dan fenomena yang terjadi semakin membuka mata kita bahwasanya bangsa ini harus di beri obat yang mujarab dan ampuh untuk bisa menyembuhkan penyakit kronis tersebut. Pendidikan Karakter mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi semua permasalahan tersebut, alasan-alasan kemerosotan moral, dekadensi kemanusiaan yang terjadi tidak hanya dalam generasi muda kita, namun telah menjadi ciri khas abad kita, seharusnya membuat kita perlu mepertimbangkan kembali bagaimana lembaga pendidikan mampu menyumbangkan perannya bagi perbaikan kultur. Sebuah kultur yang membuat peradaban kita semakin manusiawi.






