SENTRUM INFORMASI GERAKAN DAN MAHASISWA
   
TEXT_SIZE
English (United Kingdom)Indonesian (Indonesia)

Rakyat Tak Bisa Lagi Pertahankan SBY-Boediono Hingga 2014

RMOL. SBY-Boediono telah gagal mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Bahkan, di bawah kepemimpinan SBY-Boediono, hampir semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara merosot luar biasa.

Demikian disampaikan Ketua PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bidang OKP, Achmad Muslim,  kepada Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu (Jumat, 7/10).

Achmad Muslim memberikan beberapa contoh. Dalam bidang pangan, sebagai negara agraris, Indonesia malah justru mengimpor 100 ribu ton beras dan 3,2 juta ton gula di bulan ini.

Begitu juga dalam sektor migas. Sektor migas Indonesia sangat menghawatirkan. Sebagai penghasil migas, Indonesia seharusnya menjadi faktor penentu harga. Tapi sayang, Indonesia malah menyerahkannya pada mekanisme pasar.

Selama kepimpinan SBY-Boediono juga pemberantasan korupsi jauh dari harapan.

"Kasus Century yang terindikasi melibatkan Boediono, dan bahkan Hatta Rajasa, tidak pernah diusut tuntas. Begitu juga dengan kasus nazarudin dan kasus pajak yang tidak pernah terungkap," kata Achmad.

Selain itu, lanjut Achmad, kedaulatan bangsa Indonesia  juga terinjak-injak oleh Malaysia. Pemerintahan SBY-Boediono tidak berbuat apa-apa padahal patroli negara Malaysia sudah sering masuk ke kawasan laut Indonesia. Peran diplomasi SBY hanya sebatas mengirim surat ke pihak Malaysia.

SBY-Boediono juga tidak berbuat apa-apa dan terkesan membiarkan bentrokan horisontal atar pemeluk agama atau antara intern-agama. SBY-Boediono tidak sanggup lagi melindungi dan memberi rasa aman pada warga negara sebagaimana diamanatkan oleh UU.

"Dan masih banyak problem kebangsaan yang tidak mampu diselesaikan SBY-Boediono karena tidak mempunyai keberanian untnk mengatasi persoalan bangsa," kata Achmad.

"Dalam dua tahun ini sudah sampai pada ketidakpercayaan rakyat untuk mempertahankan SBY-Boediono hingga 2014.  Dan sudah saatnya kaum muda mengambil sikap tegas untuk menyatakan bahwa SBY-Boediono gagal dan harus segera turun demi seluruh Rakyat indonesia," demikian Achmad. [ysa]

 

Add comment


Security code
Refresh

Berita Terakhir

"Inilah Kami Wahai Indonesia. Satu Barisan dan Satu CIta"

Login Form