PB PMII Menilai Peran Agamawan Kian Melenceng
JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengkritisi semakin minim dan melencengnya peran agamawan dewasa ini.
Di saat demokrasi bergerak tanpa arah dan praktik korupsi melebar, agamawan dipandang justru ikut terseret dalam situasi terkait.
"Misal ketika marak Pemilukada, agamawan malah jadi juru kampanye atau jadi calon," kata Ketua Umum PB PMII Addin Jauharudin dalam seminar nasional yang berlangsung di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (30/9/2011).
Addin berpendapat, agamawan semestinya menjalankan perannya sebagai jembatan moral, yang artinya ada di posisi netral.
Utamanya, dalam kondisi dimana suara-suara dari berbagai pihak yang menyuarakan ajakan kebenaran tak lagi mau didengar. "Idealnya agamawan mengayomi umat, tidak terlibat satu dua kelompok," ungkapnya.
Berita Terakhir
-
PMII: Putusan PTUN Soal Remisi, Kemenangan Koruptor
JAKARTA -- Pengurus Besar Pergerakan... -
Tolak Kenaikan BBM Tapi PMII Beri Solusi
JAKARTA - Pemerintah berencana akan... -
PERINGATAN SUMPAH PEMUDA KE-83 “INDONESIA BEBAS DARI ASING”
Momentum peringatan sumpah pemuda... -
PB PMII dengan tegas Menuntut dua tahun masa pemerintahan SBY-Boediono
PRESS RELEASE Pengurus Besar... -
Negara Gagal Di Berbagai Bidang
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa...





Comments
negara harus mulai memperjelas kelamin nh, sekuler or bla bla bla ha ha
Perlu ada revolusi dalam keberagamaan kita, dalam praktik beragama kita, dari keberagamaan yang formalistik-eksklusif-ritualistik ke arah keberagamaan yang substantif-inklusif-transformatif; dan agamawan harus memulainya dengan keteladanan dalam diri mereka.
RSS feed for comments to this post