Diskusi Kemerdekaan & Pentas Seni PMII Poso
Hiruk-pikuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 66 di kabupaten Poso terasa meriah meskipun ditengah-tengah Umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1432 Hijriyah.
Di kelurahan Tentena misalnya, sekelompok pemuda Muslim dan Kristen yang tergabung dalam wadah Pembaharu Muda Kreatif, Mengusung Perdamaian Untuk Negeri (PEMUDA KAMPUNG) mengadakan Diskusi dengan thema “Arti Sebuah Kemerdekaan” dan Pertunjukan Seni Teater, Musik Tradisi dan Puisi yang diselenggarakan di Kampus Universitas Kristen Tentena (UNKRIT) kabupaten Poso.
Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 15 Agustus 2011 ini, bekerjasama dengan Pemerhati Budaya dan Tradisi (PEDATI) Palu dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Kabupaten Poso, serta didukung oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso dan Universitas Kristen Tentena (UNKRIT). “Kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke 66 dengan tujuan terbangunnya rasa kebersamaan dalam keberagaman untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila” jelas sekretaris Pelaksana kegiatan, Abdul Kadir Abdjul.
Kegiatan diskusi sendiri menghadirkan Narasumber dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Poso (KESBANG & LINMAS), Unsur Tokoh Agama Kristen, Tokoh Agama Muslim, AKademisi dan MABINCAB PMII Kabupaten Poso. Sementara pertunjukan seni di gelar pada malam hari setelah shalat Tarawih (15/8). Sekretaris Pelaksana yang juga Ketua Umum PC. PMII Kabupaten Poso, Abdul Kadir Abdjul menambahkan “Kegiatan ini juga sebagai bentuk dari sebuah proses merawat perdamaian di Kabupaten Poso yang selama ini sudah terjalin dengan baik, mengingat Poso pernah mengalami konflik yang panjang” kata Anto sapaan akrab Abdul Kadir.
Antusias masyarakat Poso dalam mengapresiasi kegiatan tersebut sangat terlihat ketika ramai-ramai orang datang untuk menyaksikan pertunjukan yang digelar. “Ini kegiatan sangat bagus karena di sponsori oleh Mahasiswa dan Pemuda yang berasal dari komunitas Muslim dan Kristen” ungkap Ibu Margaretha salah seorang pengunjung. “Ini bukti bahwa kitorang (kita) orang Poso, baik dia Islam, Kristen, dari agama dan suku apa saja, bisa menyatu dalam sebuah kebudayaan dan tradisi yang ada” kata Margaretha.
Berita Terkait
- Pengembangan Profesi Akademik
- Profil
- PELANTIKAN DAN RAKERCAB PMII CABANG CIPUTAT MASA KHIDMAT 2011-2012
- Pungutan Liar di Dunia Pendidikan
- Kegiatan Ramadhan PB PMII 1 - 13 Agustus 2011
- Renegosiasi Untuk Siapa..??
- Pentas Musik Lebaran 2011
- PB PMII Minta Kemenkopolhukam Bertindak Cepat Terkait Peledakan Bom Kepunton
- Renegosiasi Kontrak Karya Perusahaan Asing Terkesan Hanya Gertak Sambal Belaka
- PMII Minta Pemerintah Transparan Renegosiasi Tambang Asing
Berita Terakhir
-
PMII: Putusan PTUN Soal Remisi, Kemenangan Koruptor
JAKARTA -- Pengurus Besar Pergerakan... -
Tolak Kenaikan BBM Tapi PMII Beri Solusi
JAKARTA - Pemerintah berencana akan... -
PERINGATAN SUMPAH PEMUDA KE-83 “INDONESIA BEBAS DARI ASING”
Momentum peringatan sumpah pemuda... -
PB PMII dengan tegas Menuntut dua tahun masa pemerintahan SBY-Boediono
PRESS RELEASE Pengurus Besar... -
Negara Gagal Di Berbagai Bidang
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa...




