Press "Enter" to skip to content

Dubes AS Berharap Warganya Lestarikan Pemikiran Gusdur

dubes amerika tabur bunga di mmakam gusdur

JOMBANG – Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake, Jr terinspirasi pemikiran KH Abdurrahman Wahid tentang pluralisme, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Ia berharap masyarakat Amerika bisa belejar dan melestarikan tentang pemikiran Gusdur tersebut. Hal itu disampaikan Blake saat ziarah ke makam Gusdur di komplek Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (11/12)

”Kami berharap akan banyak orang Amerika yang datang ke sini untuk belajar tentang ajaran Gus Dur ini,” kata Blake.

Blake datang ke Tebuireng bersama Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Joaquen F. Monserrate. Kemudian bertemu dengan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), adik kandung Gus dur. Ditemani Gus Sholah, rombongan menuju ke makam Gus Dur untuk tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan warisannya. Selain ke makam Gus Dur, rombongan juga tabur bunga di makam Hadratus Syaikh hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahid Hasyim.

Blake menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pondok Tebuireng, selain berziarah, juga dalam rangka memperingati warisan Gus Dur tentang pluralisme, demokrasi dan HAM. “Peran Gus Dur sangat besar dalam tradisi demokrasi, dalam mengajarkan pluralisme , toleransi dan kemajemukan,” kata Blake.

Dalam kesempatan tersebut Gus Sholah juga memperkenalkan unit-unit pendidikan yang di kelola yayasannya. Duber juga berkesempatan berdialog langsung dengan para santri yang saat itu sedang belajar di salah satu ruang kelas.

Sedangkan Gus Sholah mengatakan bahwa ajaran Gus Dur dimulai dari ajaran peninggalan Wali Songo. “Wali Songo menyebarkan Islam di Jawa khususnya, dengan menggunakan media tradisional, yaitu wayang. Wali Songo melakukan dialog dengan budaya lokal. Itu Islam yang juga ada di pesantren, itulah Islam yang mempengaruhi Gus Dur. Gus Dur mempunyai modal yang kuat, yaitu keluarganya, kedua orang tuanya, pesantren, dan NU,” ungkap Gus Sholah. (Romza/Dewi)

Baca Juga  Gagal Paham HAM

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *