“Ciputat Berduka” untuk Sang Pejuang Salim Kancil

CIPUTAT – “Ciputat Berduka”, jargon ini yang dikumandangkan PMII Ciputat saat menggelar aksi solidaritas untuk Salim Kancil (52). Jargon ini dipilih untuk mengetuk hati civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atas terjadinya kasus pelanggaran HAM yang terjadi. Begitu disampaikan Abdurrahman Wahid selaku coordinator aksi, Sabtu (1/10).

Aksi tersebut dilakukan mulai pukul 14.00 WIB waktu setempat, dan berakhir menjelang malam. Dalam aksinya kader-kader PMII Ciputat menggelar aksi teatrikal dan pembacaan puisi untuk mengenang sang pejuang Salim Kancil. Mereka menuntut agar kasus ini segera diselesaikan selesaikan oleh pihak berwenang.

Aksi tersebut juga menggalang dana untuk korban penganiayaan, yaitu Pak Tosan. Pak Tosan merupakan sahabat seperjuangan Salim Kancil. Keduanya dianiaya dan saat ini ia masih dirawat di rumah sakit.

Informasi terbaru Kepala Desa Selok Awar-Awar, Haryono telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pertambangan ilegal, yang mengakibatkan tebunuhnya Salim Kancil. Menurut kepolisian resort Lumajang, Salim bukan satu-satunya korban yang tewas akibat dibunuh. Ada korban lain yang juga dibunuh karena menentang penambangan ilegal di Desa Selok Awar-Awar. (Masmuhah Ocha/Maq)

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone
Baca Juga  Harlah ke 56, PB PMII Dukung Palestina Jadi Negara Berdaulat

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *