Cara Berfikir Kader PMII Sejalan dengan Kiai NU

Zastrow Alngatawi

JEPARA – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam cara berfikir harus tetap sejalan dengan NU. Hal tersebut disampiakan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU, Zastrow Al-Ngatawi pada peringatan 7 hari wafatnya Ketua Umum IKA PMII, Arif Mudatsir Mandan. Acara pernyataan 7 hari wafatnya Ketua Umum IKA PMII diselenggarakan PC PMII dan IKA PMII Jepara berlangsung di masjid kampus Unisnu Jepara, Minggu (16/11) malam.

Hal itu ditekankannya mengingat NU sebagai political scienties. Kenapa demikian? karena pikiran kita (kader PMII, red) dibawah bila dibandingkan founding fathers dan Kiai-Kiai NU.

Zastrow mencontohkan saat KH Chudlori Tegalrejo Magelang dimintai fatwa terkait dua warga yang saling berselisih antara pentingnya sedekah untuk masjid dan gamelan. Alhasil dari perselisihan itu Kiai Chudlori lebih memilih sumbangan yang didapat untuk nguri-nguri gamelan. “Karena yang nyumbang untuk masjid banyak jumlahnya. Sedangkan yang nyumbang untuk eksistensi gamelan belum tentu ada,” kata Zastrow dikutip NU Online (18/11).

Bisa jadi, orang yang berkecimpung dalam kesenian yang telah dibantu itu lanjutnya juga akan turut serta memikirkan masjid. “Ini strategi para ulama. Strategi berbudaya dan berbangsa,” imbuhnya.

Zastrouw mengingatkan kepada kader PMII agar keputusan-keputusan organisasi dijalankan meski pendapat secara pribadi tidak sesuai. “Sebab pendiri NU telah memberikan tauladan yang luar biasa kepada kita,” lanjutnya.

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone
Baca Juga  Gerakan Mahasiswa dalam Lingkaran Sosial Politik

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *