Press "Enter" to skip to content

Bangga Jadi PMII (Hanif Dhakiri)

PMII. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Huruf P dalam akronim nama PMII bukan kependekan dari Perhimpunan. P itu adalah Pergerakan. Pergerakan itu haruslah bersifat aktif, bukan pasif. Ia harus terus bergerak, bukan diam. Gerakannya harus progresif, maju, bukan regresif, mundur. Itulah karakter dasar PMII, karakter kaum pergerakan: aktif, dinamis dan progresif!

Huruf M dalam akronim PMII adalah mahasiswa. Bagian dari kelas menengah yang tercerahkan karena pendidikan. Bukan rakyat biasa tapi tak boleh abai pada rakyat biasa. Sebagai mahasiswa, medan tempur utamanya adalah kampus, dan senjata perjuangannya adalah intelektualitas. Bukan sekedar intelektualitas, tetapi intelektualitas yang berpihak. Pikiran yang berjangkar pada sejarah dan kenyataan. Yang terikat pada komunitas kecil dan besar dimana ia dilahirkan: Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia!

Huruf I dalam akronim PMII adalah Islam. Bukan Islam yang dipahami dengan kacamata Arab, bukan pula Islam yang dipahami dengan kacamata Barat. Islam PMII adalah Islam Indonesia. Islam ahlussunnah wa jama’ah yang moderat dan ramah.  Islam yang berkelindan dengan kebudayaan bangsa. Islam yang berwatak untuk semua, yang rahmatan lil’alamin.

Huruf I terakhir pada akronim PMII adalah Indonesia. Tanah dan air dimana perjuangan diabdikan. Tempat PMII berkarya dan menyandarkan masa depan. Indonesia adalah rumah bersama semua bangsa. Rumah yang tak mengenal sekat-sekat apapun dalam pergaulan sosial politiknya. Rumah yang dengan segala pertaruhannya harus damai dan sejahtera. Rumah yang satu untuk semua, di bawah PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945).

Dengan jati diri semacam itu, pantaslah kita, kaum pergerakan, berbangga menjadi PMII. Sebab menjadi PMII adalah menjadi NU, Islam dan Indonesia. Dimanapun kader PMII berada ia tetaplah NU. Tradisi dan pikiran-pikirannya adalah NU. Cita rasa dan cita-citanya adalah cita rasa dan cita-cita NU. Untuk bangsa yang jaya dan Islam yang benar.

Baca Juga  PMII Probolinggo Gelar Diskusi AEC

Kita tak kan berdiri sebagai bangsa setegak ini tanpa NU, tanpa PMII. Indonesia tak kan berada sejauh ini tanpa NU, tanpa PMII. Banggalah jadi mahasiswa, banggalah jadi Islam, banggalah jadi Indonesia. Banggalah kalian semua menjadi PMII. Selamat hari lahir PMII yang ke 55. Tangan terkepal dan maju ke muka. Untuk NU, Islam dan Indonesia!

Tinggalkan Komentar

One Comment

  1. baihaki baihaki 2 July 2016

    Hentikan ratapan dan tangisan, Tangan terkepal maju kemuka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *