Aksi Damai, Korp PMII Putri Tolak TPP

JAKARTA – Korp PMII Putri (KOPRI) menggelar aksi damai di Bundaran HI Jakarta, Minggu (13/3). Aksi yang digelar dalam momen Hari Perempuan Internasional ini menolak TPP (Trans-Pacific Partnership).

Ketua KOPRI PB PMII, Ai Rahmayanti mengatakan, TPP secara spesifik memuat aturan mengenai liberalisasi dan berpotensi mengkerdilkan masyarakat Indonesia, khususnya posisi perempuan.

“Posisi perempuan dalam menghadapi Trans Pacific Partnership Agrement cenderung akan memberikan banyak dampak yang tidak menguntungkan,” ujarnya

Menurutnya, kerugian diberlakukannya TPP dapat dilihat dari gambaran, apabila dilaksanakannya perlindungan risiko non komersial bagi investor dan pelaksanaan hak istimewa bagi investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

“Ini menjadi bentuk sistem pelemahan bagi bargaining position antara pelaku usaha dengan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja perempuan,” tegasnya.

Dengan demikian lanjutnya, maka investor dapat memilih proses penyelesaian sengketa di Abitrase internasional, di mana hal ini bertentangan dengan aturan penyelesaian investasi yang diatur dalam undang-undang.

“Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang menyatakan bahwa penyelesaian sengketa antara pemerintah dan investor dapat diselesaikan di wilayah hukum Republik Indonesia,” paparnya.

Dalam aksi yang diikuti oleh kader KOPRI se-Indonesia ini, KOPRI PB PMII dengan tegas menyatakan penolakan TPP.

“Kami dengan tegas menolak TPP, menolak negara di bawah kontrol korporasi dan mengingatkan kembali kepada presiden Jokowi untuk meneguhkan Trisakti dalam bernegara & cita-cita nawacita,” tegasnya. (Isna W/Poy)

 

300x250
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someone
Baca Juga  PMII dukung DOB Perbatasan dan Kepulauan

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *