Press "Enter" to skip to content

86 Tahun Sumpah Pemuda, Aliansi Tarbiyah Menggugat

Aliansi Tarbiyah Yogyakarta

“Refleksi 86 Tahun Sumpah Pemuda; Mahasiswa Bergerak Bersama Rakyat”

“SOEMPAH PEMOEDA”

Kami Poetra Dan Poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Air Indonesia

Kami Poetra Dan Poetri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia

Kami Poetra Dan Poetri Indonesia Mengjoenjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan Indonesia. Ikrar sumpah pemuda dianggap sebagai kristalsasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Indonesia. Waktu itu, pergerakan-pergerakan yang ada di Indonesia masih bersifat sporadis. Geliat pergerakan pemuda masih terkotak-kotak dalam sekup kelompok-kelompok, daerah-daerah, suku-suku, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, dengan terbentuknya rumusan sumpah pemuda yang digawangi oleh Muhammad Yamin, Soegondo, serta Mr Soenaryo ini, pergerakan yang sebelumnya masih bersifat sporadis lalu bergeliat, tergerak dan bertekat bulat untuk bersatu. Seluruh lapisan dan elemen masyarakat Indonesia membulatkan tekad untuk memperjuangkan harkat dan martbat bangsa Indonesia hingga akhirnya tercapailah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Hari ini, tanggal 28 Oktober adalah momentum Sumpah Pemuda. Kita para pemuda, dalam hal ini adalah para mahasiswa harus bisa merefleksikan sumpah pemuda. Peringatan hari sumpah pemuda ini tidak hanya sebagai momentum rutinitas di setiap tahunnya, namun kita sebagai pemuda harus mampu merefleksikan semangat juang pemuda-pemuda terdahulu.

Tidak terasa Bangsa Indonesia saat ini ternyata masih terjajah dalam berbagai aspek. Maka dari itu, kita harus bisa menyerap semangat para pemuda saat itu. Untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang sebenar-benarnya.

Pemuda sebagai garda terdepan revolusioner sejatinya selalu mewakili rakyat untuk terus mengawal setiap kebijakan dari masa ke masa. Kita tidak bisa menutup mata, dengan perjuangan pemudalah Indonesia mampu mendeklarasikan kemerdekaanya, dengan pemuda pula, Indonesia mampu menggulingkan pemimpin-pemimpin yang tidak berpihak kepada rakyat.

Baca Juga  Iqbal Assegaf, Ketum PB PMII dari Labuha

Kita tahu bahwa permasalahan yang ada di Indonesia saat ini masih sangat komplek, mulai dari permasalahan pendidikan, politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Pemuda dalam hal ini dituntut untuk selalu berfikir kritis untuk menyikapi keadaan nasional saat ini. Senada dengan itu, pemuda perlu menyikapi beberapa isu nasional yang hangat saat ini, seperti Rencana Kenaikan BBM yang akan dilakukan pada awal pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi-JK. Apakah kebijakan untuk menaikan BBM ini sudah tepat? Lihatlah para petani yang masih berat untuk membeli pupuk dan para petani tidak bisa mendapat kepastian atas harga-harga untuk produk pertanianya.

Di hari ini saja yang harga BBM masih Rp 6.500,- para petani masih banyak yang merugi apalagi ketika nanti harga BBM dinaikan para petani akan semakin tercekik. Dan banyak hal lagi tentunya yang akan menjadi dampak dari kenaikan BBM. Maka dari secara tegas mari kita bersama-sama untuk menolak kebijakan kenaikan BBM!!!. Masih dalam perihal pemerintahan yang baru dilantik, kabinet yang disusun oleh Jokowi-JK masih terdapat nama-nama yang terindikasi kartu kuning dan merah dari KPK. Selain itu, kita juga mempertanyakan tentang pergantian nomenklatur kementerian yang dibuat oleh Jokowi-JK misalnya pemecahan kemendikbud menjadi 2. Apakah kebijakan itu tidak akan menambah catatan merah bagi dunia pendidikan? Maka dari itu kita harus terus mengawal Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Pemuda dalam hal ini memiliki kewajiban untuk terus mengkaji kebijakan yang ditelurkan pemerintah. Mahasiswa sebagai civitas akademik dan garda depan pemuda perlahan mulai dibius pergerakannya oleh pemerintah sedikit demi sedikit sampai pergerakan mahasiswa ini lumpuh total. Sebut saja Permendikbud No. 49 Tahun 2004, yang didalamnya memuat peraturan bahwa masa perkuliahan yang ditempuh oleh mahasiswa hanya berdurasi 4 sampai 5 tahun yang seakan-akan menjadi jeruji penjara bagi civitas akademika untuk bergerak.

Baca Juga  Cara Cepat Membaca Arab Gundul

Masih banyak lagi kebijakan-kebijakan yang perlu dikritisi oleh kaum muda. Maka dari itu kami ALIANSI TARBIYAH (PMII WISTRAD, SEMA-F, DEMA-F, BEM, CIVITAS AKADEMIKA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN) YOGYAKARTA MENGGUGAT :

  1. TOLAK KENAIKAN BBM
  2. MENGAWAL KABINET YANG BERSIH
  3. GANTI MENTERI YANG TERKENA KARTU KUNING DAN MERAH DARI KPK
  4. HAPUS PERMENDIKBUD NO.49 TAHUN 2014

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *