Press "Enter" to skip to content

28 Oktober, Pemuda DKI Deklarasikan GMPKK

Jakarta – Berbagai cara dilakukan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Di Jakarta, Pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi mendeklarasikan Gerakan Mahasiswa Pengawas Kerja Kabinet (GMPKK). Deklarasi tersebut hasil dari konkow bareng Cipayung Plus DKI Jakarta serta diskusi “Kabinet Kerja dan Peran Pemuda”.

Deklarasi GMPKK dilaksanakan di Taman Pramuka (taman genjing) pada 28/10 jam 20.00 WIB. Organisasi yang turut mendeklarasikan yaitu PKC PMII DKI Jakarta, Badko HMI Jabodetabek-HMI Jakarta Raya, GMKI Jakarta, GMNI Jakarta, PMKRI Jakarta, KAMMI Jakarta, IMM Jakarta, dan Hikmahbudhi Jakarta.

Diskusi dan deklarasi ini dilakukan oleh mahasiswa-pemuda Jakarta dalam rangka turut serta mengawal proses pembangunan Indonesia ke depan setelah terbentuknya Kabinet Kerja Jokowi-JK. Komitmen Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla membantuk kabinet yaitu untuk bekerja.

Mulyadin Permana Ketua Umum PKC PMII DKI Jakarta menyatakan “kita yakin bahwa masa depan Indonesia berada di tangan pemuda. Maka kami berkewajiban melakukan kontrol terhadap kinerja Kabinet Kerja 5 tahun kedepan. Namanya saja sudah Kabinet Kerja, maka para menteri harus bekerja secara profesional,” kata Mulyadin.

Mulyadin melanjutkan, Kabinet Bersih yang di gadang-gadang Jokowi-JK ternyata belum sepenuhnya terlaksana. “Banyak menteri yang bermasalah, seperti Rini Soemarno yang tersandera kasus BLBI, korupsi penjualan aset pabrik gula RNI, dan kasus pembelian pesawat Sukhoi,” lanjut Mulyadin.

Apa yang disampaikan Mulyadin dibenarkan dan disambung Ketua  Umun Komda PMKRI DKI Jakarta Stanislaus Raja Tonga. “Menterinya saja bermasalah, bagimana mau memajukan pengelolaan migas dari hulu sampai hilir,” sambung Stanis.

Sedangkan menurut Ketua Umum Badko HMI Jabodetabek Zulkarnain Bagariang, yang tidak kalah menghawatirkan yaitu menteri yang liberal seperti Ignatius Jonan. Iganatius berhasil meliberalisasi stasiun-stasiun Kereta Api dengan menggusur para pedagang kecil dan menggantinya dengan usaha retail kapitalis seperti Indomaret, Alfamart, dll. “Bagaimana jadinya nanti Ignatius memegang kendali transportasi di perhubungan darat, laut dan udara di seluruh Indonesia? Mungkin dia akan melakukan kapitalisasi besar-besaran di semua moda transportasi. Bisa hancur negeri kita,” jelas Zulkarnain.

Baca Juga  Simposium Pilkada Damai dalam pembukaan Konfercab PMII Bangkalan ke XIX

Atas dasar inilah kami Cipayung Plus DKI mendeklarasikan GMPKK. Ketikan semua masyarakat euforia dengan Kabinet Kerja yang diakatakan bersih dan profesional namun kami harus terus mengawasi kinerja meraka.

Tinggalkan Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *